Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Demi Regenerasi, IPNU-IPPNU Jember Gelar Konfercab meski Pandemi

Demi Regenerasi, IPNU-IPPNU Jember Gelar Konfercab meski Pandemi
Silaturahim PC IPNU-IPPNU Jember dengan bupati. (Foto: NOJ/RJ)
Silaturahim PC IPNU-IPPNU Jember dengan bupati. (Foto: NOJ/RJ)

Jember, NU Online Jatim

Regenerasi harus menjadi ruh organisasi. Karenanya, dalam kondisi pandemi sekalipun hendaknya tidak menyurutkan untuk meneruskan estafet perjuangan kepada generasi selanjutnya.

 

Hal ini juga yang mengemuka dari Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jember. Mereka tetap mengadakan Konfrensi Cabang (Konfercab) yang memang diselenggarakan setiap dua tahun.

 

Acara ini berlangsung selama dua hari dimulai pada hari Sabtu hingga Ahad (26-27/12/2020) dengan mematuhi protokol kesehatan. Tema yang diusung adalah ‘Konsolidasi Organisasi melalui Inovasi dan Kolaborasi menuju Organisasi Madani yang dipusatkan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kalisat.

 

Muhammad Ardi Wiranata selaku Ketua PC IPNU Jember mengimbau kepada seluruh kader selalu berjuang untuk membesarkan nama NU terutama IPNU dan IPPNU.

 

“Kita harus selalu berjuang untuk tetap membesarkan nama NU terutama IPNU dan IPPNU,” kata Ardi, Sabtu (26/12/2020).

 

Sedangkan Aini Viki Mardiyani selaku Ketua PC IPPNU Jember berharap untuk tahun 2021 dan ke depannya kepengurusan yang baru  lahir adalah amanah.

 

“Harapan saya semoga dengan diadakannya Konfercab ini tumbuh pemimpin yang amanah dan lebih baik dari pada kepemimpinan sebelumnya. Dengan tetap menyamaratakan suku dan ras yang berbeda yang ada di Jember ini,” katanya.

 

Pengasuh Pondok Miftahul Ulum, Badruuddin Kamal mengimbau para kader memegang berprinsip tafaqquh fiddin dan memperkuat basis rohani.

 

“Kita harus memegang prinsip Islam yang selalu ditanamkan oleh para sesepuh yaitu prinsip tafaqquh fiddin dan meperkuat basis rohani. Hal itu untuk melawan isu dan pemikiran radikal yang datang dari dalam maupun dari luar,” ungkapnya.

 

Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad menekankan memahami nilai kebangsaan, dan menjaga ukhuwah wathaniyah dalam bernegara.

 

“Permasalahan besar yang rumit dan sulit dipecahkan sampai sekarang ini adalah memahami nilai kebangasaan,” kata Kiai Muhyiddin, sapaan kesehariannya.

 

Dikemukakan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam tersebut bahwa kalau belum memahami nilai kebangsaan secara baik dan menyeluruh, maka kualitas sebagai warga negara terutama kader NU patut dipertanyakan.

 

“Karena nilai kebangsaan harus sejalan dengan ukhuwah wathaniyah dan diaplikasikan bersama guna menjaga Negara Kesatuan Republik Indoensia atau NKRI dari hal-hal yang merugikan bangsa dan juga NU,” urainya.

 

Pembukaan dihadiri sejumlah tokoh dari IPNU-IPPNU baik Pimpinan Pusat (PP) Pimpinan Wilayah (PW) Jawa Timur, PC se-Tapal Kuda, perwakilan dari pimpinan ranting, pimpinan komisariat pondok pesantren. Termasuk Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT), Pimpinan Anak Cabang (PAC).

 

Tampak pula PCNU Jember, badan otonom NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Pagar  Nusa. Selain itu juga hadir sejumlah kiai seperti Kiai Rusdi Baihaqi, KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus Aab), dan Ketua DPRD Jember, Itqon Sauqi

 

Setelah pembukaan, acara dilanjut orasi ilmiah. Agenda berikutnya penyampaian laporan pertanggungjawaban, rapat komisi, sidang pleno termasuk pemilihan Ketua PC IPNU-IPPNU Jember.

 

Penulis: Wildan Rofikil Anwar

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim