Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Di Mata Pengurus NU Sidoarjo, KH Agus Sunyoto Sosok Berani dan Teliti

Di Mata Pengurus NU Sidoarjo, KH Agus Sunyoto Sosok Berani dan Teliti
KH Agus Sunyoto. (Foto: Kognisia.co)
KH Agus Sunyoto. (Foto: Kognisia.co)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Gus Arisy Karomi, Wakil Katib Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo menilai sosok KH Agus Sunyoto merupakan tokoh yang berani, teliti dan ikhlas. Baginya, Kiai Agus yang merupakan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tanpa pamrih menebar ilmu warisan leluhur yang bernilai tinggi.

 

“Beliau (almarhum) berani meluruskan sejarah mainstream warisan Belanda yang diajarkan di lembaga pendidikan kita, teliti dalam membaca, menyajikan dan merangkai fakta sejarah dari sumber asli sehingga menjadi narasi yang tak terbantahkan,” ungkap pria yang merasa banyak mengalami perubahan pola pikir setelah beberapa kali berjumpa almarhum.

 

Lebih lanjut dijelaskan, sosok almarhum selalu tanpa pamrih menebar ilmu warisan leluhur yang bernilai tinggi. Misalnya peninggalan sejarah yang monumental dari almarhum adalah “Atlas Walisongo”.  Kiai Agus juga meluruskan fakta perang bubat dan membersihkan nama baik pendiri Singosari yang jadi leluhur Kerajaan Majapahit, Pajang, dan Mataram.

 

“Beliau juga salah satu tokoh dibalik ide besar Resolusi Jihad,” imbuh pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Kholil Lemahputro Sidoarjo itu kepada NU Online Jatim, Selasa (27/04/2021).

 

Gus Arisy berharap dengan sepeninggal almarhum, para kader pengerak NU di Sidoarjo atau di Indonesia pada umumnya untuk senantiasa konsisten menjaga keikhlasan dan ghiroh bergerak khidmah dalam Nahdlatul Ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai arahan Masyayikh NU.

 

“Ada warisan sejarah yang harus senantiasa kita pegang teguh yakni keagungan peradaban leluhur nusantara yang perlu digali dari sumber asli tanpa perlu mengekor pada narasi kapitalis global,” ujarnya penuh semangat.

 

 

Dalam penutupnya, instruktur pengkaderan Nasional ini juga menambahkan bahwa banyak khazanah peradaban leluhur nusantara itu lengkap. Baik dalam bidang pendidikan, tata negara, tata kota, teknologi bangunan, pengobatan dan spiritual yang bisa dijadikan referensi hingga saat ini.

 

Editor: Romza


Editor:
F1 Promosi Iklan