Di Sumenep, Asisten Produser Jelaskan Film Jejak Langkah 2 Ulama

Di Sumenep, Asisten Produser Jelaskan Film Jejak Langkah 2 Ulama
Salah satu adegan film Jejak Langkah 2 Ulama. (Foto: NOJ/Habib)
Salah satu adegan film Jejak Langkah 2 Ulama. (Foto: NOJ/Habib)

Sumenep, NU Online Jatim

Film bergenre religi ini diinisiasi oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bekerja sama dengan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

 

Era Sugiarso menjelaskan kepada media ini sesaat setelah proses penayangan di Aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto, Sumenep, Selasa (15/9), bahwa riset cerita dalam film dilakukan hampir satu tahun.

 

"Agar cerita visual di film benar-benar mirip dengan kejadian aslinya," kata dia.

 

Asisten produser dalam film Jejak Langkah 2 Ulama ini pun menjelaskan, bahwa proses pengambilan video dilakukan selama 23 hari yang bertempat di Jombang dan Yogyakarta.

 

"Mengingat, dua kota ini merupakan tempat dimana KH M Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan melakukan dakwahnya," ujarnya.

 

Diceritakan bahwa pemain atau aktor dalam film ini diambil dari internal santri Pesantren Tebuireng dan kalangan Muhammadiyah.

 

"Jadi, kami tidak bergantung kepada bintang film yang ada Jakarta," ungkapnya. Warga NU dan Muhammadiyah sangat banyak, sehingga pasti ada yang bisa berakting dengan bagus, lanjutnya.

 

"Alhamdulillah, prediksi kita benar. Bahkan, mencapai 1000 orang lebih yang ikut seleksi casting ini," katanya sumringah.

 

Untuk diketahui, bahwa dalam film ini sedikitnya melibatkan sekitar 80 orang casting yang berdialog. Sedangkan yang menjadi figuran atau ekstras sebanyak 500 orang. Bahkan istimewanya, untuk pemain inti dari peran KH M Hasyim Asy'ari sendiri sebagian besar adalah dari kalangan dzurriyah.

 

Untuk diketahui, film 'Jejak Langkah 2 Ulama' secara garis besar menceritakan tentang perjalanan hidup dua ulama besar Indonesia, KH M Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah.

 

Dalam film ini penonton akan dibawa ke masa kecil dua ulama hebat tersebut hingga sama-sama memperjuangkan tegaknya agama Islam di bumi Nusantara, serta demi cerdasnya Bangsa Indonesia ini.

 

Dijelaskan pula, bahwa dua tokoh ulama ini pernah sama-sama berguru pada ulama terkemuka di masanya, yaitu KH Muhammad Sholeh Darat, Semarang dan beberapa ulama hebat lainnya.

 

Editor: Syaifullah

Iklan Medsos