Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Dialog Fatayat NU Pacitan: Tugas Para Ibu Cegah Stunting

Dialog Fatayat NU Pacitan: Tugas Para Ibu Cegah Stunting
Pemerintah melalui bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dapat mencegah stunting. (Foto: NOJ/Kemensos)
Pemerintah melalui bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dapat mencegah stunting. (Foto: NOJ/Kemensos)

Pacitan, NU Online Jatim

Upaya untuk terus melahirkan generasi terbaik di masa depan harus diupayakan. Seperti yang dilakukan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Pacitan yang melaksanakan dialog Ramadlan Sehat 'Cegah Stunting bersama Ibu Hamil'. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring via zoom meeting pada Jumat (30/04/2021).

 

Acara yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan tersebut juga merupakan rangkaian Hari Lahir (Harlah) ke-71 Fatayat NU. Peserta kegiatan adalah kader dan anggota PC serta Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Pacitan.

 

“Kegiatan difokuskan pada internal Fatayat NU sendiri mengingat mayoritas dari anggota merupakan ibu-ibu muda yang sangat produktif serta masih mengalami proses kehamilan perdana,” kata Murtiyaningsih.

 

Ketua PC Fatayat NU Pacitan tersebut mengungkapkan diharapkan seminar memberikan bekal kepada anggota dengan memahami bagaimana stunting. Demikian juga bisa melakukan pencegahan terhadap diri sendiri, sehingga akan mudah menyampaikan pengetahuan dan pengalamannya kepada orang lain.

 

 

“Ketika para ibu muda kader Fatayat NU ini sudah mampu memahami apa dan bagaimana itu stunting, maka mereka bisa menularkan pengalamannya kepada orang lain dengan mudah,” ungkapnya kepada NU Online Jatim.

 

Nur Hastuti, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menjelaskan bahwa stunting merupakan sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya. Hal ini terjadi karena kurangnya asupan gizi yang diterima oleh janin ataupun bayi.

 

 

“Stunting itu merupakan kondisi dimana umur sama, tetapi tinggi badan berbeda,” katanya. 

 

Perempuan yang juga merupakan pengurus di Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Pacitan tersebut menambahkan, untuk mencegah stunting pada anak, kebutuhan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) harus terpenuhi dengan baik. Dimana hal ini terjadi sejak masa kehamilan, menyusui hingga bayi usia di bawah dua tahun.

 

 

“Untuk pencegahannya stunting ini, hindari asap rokok, berikan air susu ibu eksklusif pada bayi dan perhatikan gizi sang ibu pada waktu HPK,” terangnya.

 

Meskipun dialog dilaksanakan secara daring, hal ini tidak mengurangi antusias peserta. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.

 

Editor: Syaifullah

F1 Promosi Iklan