Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Difasilitasi Kuota Gratis, Siswa MINU Pasuruan Diminta Aktif Ikut Pembelajaran Daring

Difasilitasi Kuota Gratis,  Siswa MINU Pasuruan Diminta Aktif Ikut Pembelajaran Daring
Proses pembagian bantuan kuota internet untuk siswa MINU Pasuruan. (Foto; NOJ/ Sutrisno Akbar)
Proses pembagian bantuan kuota internet untuk siswa MINU Pasuruan. (Foto; NOJ/ Sutrisno Akbar)

Pasuruan, NU Online Jatim

Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) atau secara online adalah salah satu cara yang digunakan dunia pendidikan baik disekolah maupun madrasah selama Pandemi Covid-19. Hal tersebut adalah cara yang paling efisien dan fleksibel digunakan dalam melaksanakan kewajiban Belajar Dari Rumah (BDR) sesuai himbauan pemerintah.

 

Namun, tidak semua masyarakat terutama wali murid bisa menerima dan melaksanakan kebijakan tersebut. Salah satu kendalanya jaringan, baik signal maupun smartphone untuk digunakan peserta didik. Karena selain diharapkan memiliki smartphone, siswa juga harus memiliki kuota paket internet yang bisa menunjang jalannya pembelajaran Daring tersebut.

 

Untuk mengatasi kegelisahan dan kendala yang dialami oleh siswa maupun wali murid, pihak pemerintah melalui Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan menggandeng Smartfren untuk bekerjasama memfasilitasi peserta didik dalam menempuh pendidikan saat Pandemi ini.

 

Dalam proses realisasinya, sswa maupun wali murid yang mewakili putra putrinya datang ke lembaga masing-masing untuk mengambil paket kuota gratis yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah, Kamis (15/ 10/ 2020). Ada ratusan  peserta didik madrasah di lingkungan Kemenag Kabupaten Pasuruan pada pertengahan Oktober ini telah mendapatkan kuota gratis sejumlah 3GB. Sedangkan 10 GB selama enam bulan dari Smartfren dan selanjutnya akan ditambah 5 bulan lagi terisi ulang secara otomatis dari pemerintah.

 

Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Miftahul Ulum Kejapanan Gempol, Pasuruan, Siti Swaibah Ningsih menjelaskan, tujuan dari pemberian bantuan kuota untuk peserta didik adalah supaya pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan  tidak ada siswa yang mengeluh karena tidak punya kuota internet.

 

 

"Kita berharap setelah anak-anak mendapatkan bantuan kuota internet secara gratis selama enam bulan ke depan tidak ada lagi yang mengeluh kehabisan kuota internet atau paket," kata Swaibah.

 

Program inipun disambut positif wali murida dan sangat berterima kasih sekali kepada pihak madrasah maupun pemerintah yang sudah memberikan bantuan paket inter untuk menunjang belajar siswa selama dirumah.

 

Editor : Romza

PWNU Jatim