Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Doa agar Terhindar dari Galau dan Utang

Doa agar Terhindar dari Galau dan Utang
Ada doa yang diajarkan Rasulullah agar terhindar dari utang. (Foto: NOJ/PikiranRakyatCirebon)
Ada doa yang diajarkan Rasulullah agar terhindar dari utang. (Foto: NOJ/PikiranRakyatCirebon)

Imbas Corona, kondisi ekonomi warga semakin sulit. Pada saat yang sama, sejumlah kegiatan masyarakat juga dibatasi demi mengendalikan penyebaran Covid-19. Untuk dapat menutupi kebutuhan hidup di tengah income yang tak pasti, salah satunya adalah dengan mencari pinjaman alias utang. Namun masalah akan justru bertumpuk bila telah memasuki waktu pembayaran.

 

Dalam kondisi seperti itu, tentu saja pikiran turut kacau, bingung dan galau. Sebagian kalangan tidak menemukan cara bagaimana keluar dari dilema ini dan tidak sedikit yang justru melampiaskan dengan kegiatan negatif.

 

Dalam sebuah catatan, Siti ‘Aisyah menjelaskan bahwa Rasulullah selalu berlindung kepada Allah agar terlepas dari jeratan utang, sebagaimana yang diriwayatkan al-Humaidi dalam Musnad-nya, nomor hadis 246.   

 

Berbagai macam ikhtiar tentunya harus dilakukan agar segera bisa melunasi utang, termasuk ikhtiar doa. Salah satunya adalah dengan doa yang pernah diajarkan Rasulullah kepada seorang sahabat Anshar, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud, nomor hadis 1555, berikut ini.     

 

Disebutkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah masuk ke masjid. Ternyata di sana sudah ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah. 

 

Nabi kemudian menyapanya: Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat? 

 

Abu Umamah menjawab: Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul. 

 

Nabi Muhammad kembali bertanya: Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang? 

 

Umamah menjawab: Tentu, ya Rasul. 

 

Nabi melanjutkan: Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:


     اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ 

 

Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘ûdzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘ûdzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘ûdzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijâl]  

 

 

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.      

 

Abu Umamah menuturkan: Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan melunasi utang.  

 

Doa yang diajarkan Rasulullah ini menjadi solusi di tengah himpitan hidup yang demikian berat. Dan tentu saja pada saat yang sama harus diimbangi dengan ikhtiar lewat mencari terobosan agar ada pemasukan yang pasti dan halal.

 

Yang juga tidak kalah penting adalah menjaga pola hidup dengan tetap dalam kesederhanaan. Tidak mudah tergoda berpenampilan dengan gaya hidup mereka yang berlebihan.
 


Editor:
F1 PWNU Jatim