Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Dokter RSI Unisma Berbicara Karies Gigi

Dokter RSI Unisma Berbicara Karies Gigi
Karies gigi pada anak. (Foto: NOJ/hd)
Karies gigi pada anak. (Foto: NOJ/hd)

Malang, NU Online Jatim
Mayoritas masyarakat pernah mengalami gangguan atau rasa sakit terhadap giginya. Apalagi gigi adalah salah satu organ penting di mulut yang sering bersentuhan dengan makanan. Sehingga, lambat laun tapi pasti, akan ada dampak tersendiri sebab mengkonsumsi makanan tersebut. Bahkan, akan berdampak terhadap kesehatan mulut kita.

 

drg Hj Musyrifah mengatakan, penyakit karies gigi adalah gigi yang berlubang. Dari terjadinya lubang ada bakteri. Seperti dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bakteri adalah makhluk hidup terkecil bersel tunggal yang terdapat dimana-mana, dapat berkembang biak dengan kecepatan luar biasa dengan membelah diri. Bakteri ada yang berbahaya dan ada yang tidak, dapat menyebabkan peragian, pembusukan, dan penyakit.

 

“Karies gigi kalau orang-orang bilang titik lubang. Titik lubang merupakan penyakit gigi yang disebabkan oleh suatu bakteri yang bisa mengenai enamel gigi sampai ke saraf gigi. Jadi kalau yang sudah meluas, sampai ke saraf gigi akan menimbulkan rasa sakit,” katanya, Kamis (11/02/2021).

 

Dokter Gigi Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma) tersebut menambahkan, karies gigi mengalami proses dari bercak putih di gigi dan enamel sendiri akan menutupi makhkota gigi di salah satu titik tubuh yang paling keras serta diproses sel-sel ameloblast.

 

“Karies gigi dimulai dari adanya bercak putih dahulu, bercak putih itu berarti enamel sudah mengalami karies awal. Itu belum ada sakit, belum ada ngilu. Jadi kalau ada putih-putihnya itu bertanda gigi mulai berlubang diawal, tetapi belum ada rasa sakit,” tambahnya saat mengisi talkshow bersama Radio Madina FM 99,9.


Dokter Ifa sapaan akrabnya menuturkan, dari karies gigi juga akan merasakan ngilu karena gigi sudah berlubang. Penyebabnya adalah sisa-sisa makanan yang tertinggal di bagian gigi dan menjadikan gigi berwana hitam.

 

“Terus yang kedua itu namanya gember sudah mulai dalam, sudah agak ngilu. Di situ, sudah ada bekas atau sudah ada bolongnya, sisa makan akan masuk kesitu dan akhirnya terkadang-kadang ketumpuk-ketumpuk dan akhirnya berwarna hitam itu. Karena sisa makanan yang tidak terambil,” terangnya. 

 

Dokter Spesialis Gigi RSI Unisma itu mengungkapkan, ada tiga faktor proses terjadinya karies gigi. Adanya bakteri pada gigi yang berproses dengan beberapa waktu tertentu, dan dengan adanya proses yang lama pada gigi menagalami dimenarisasi.

 

“Proses terjadinya karies gigi itu ada tiga faktor, ada bakteri di situ, ada waktu, maksudnya ada proses nempelnya, dan ada makanan, dalam artian dari ketiga tersebut terbentuknya asam. Dari asam itu mengalami dimerisasi di titiknya,” ungkapnya.

 

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim