Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Dorong Gelar Pahlawan, Halim: Tidak Ada PKB Tanpa Syaikhona Kholil

Dorong Gelar Pahlawan,  Halim: Tidak Ada PKB Tanpa Syaikhona Kholil
Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar. (Foto: NOJ/istimewa)
Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar. (Foto: NOJ/istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur nyatanya tak main-main dalam memdorong pemerintah agar segera menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Syekh KH Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Basyaiban al-Bangkalani atau Kiai Kholil.

 

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar mengatakan, dorongan penganugerahan pahlawan nasional untuk Kiai Kholil adalah suatu keniscayaan bagi partai berembrio Nahdlatul Ulama (NU) ini. 

 

Sebab itu, bentuk dorongan pun akan terus dilakukan PKB sebagai sebuah tanggung jawab moral kepartaiannya. Mengingat jasa Kiai Kholil begitu besar dalam mencerdaskan serta membentuk pola pikir bangsa Indonesia.

 

"Kita sadar betul bagaimana peran dan tanggung jawab yang sudah dihasilkan oleh Syaikhona Kholil. Makanya tanpa syarat, tidak ada beban apapun, dan tanpa disuruh siapa pun bagi PKB adalah sebuah keniscayaan," kata Halim Iskandar dalam sambutannya saat sarasehan nasional dengan tema 'Urgensi Pengusulan Syaikhona Mohammad Kholil Sebagai Pahlawan Nasional' yang digelar PKB Jatim, Sabtu (27/03/2021).

 

Tidak hanya itu, Halim mengungkapkan, sebagai instrumen politik yang berhaluanAahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) PKB berkewajiban mengawal betul para pendahulunya. Hal tersebut berdasarkan rantai sejarah terbentuknya partai berlambang bola dunia ini menjadi salah satu partai besar yang mampu berkontribusi terhadap regulasi politik Indonesia.

 

"Tidak ada NU tanpa adanya Syaikhona Kholil. Tidak ada PKB tanpa adanya NU. Ini adalah kewajiban kita," tegasnya. 

 

Kakak dari Muhaimin Iskandar ini pun mengingatkan, dorongan penyematan gelar kepahlawanan kepada Kiai Kholil merupakan tanggung jawab bersama sebagai penikmat jasa-jasanya. Tak hanya itu, gelar pahlawan nasional ini juga akan menjadi penjaga nilai-nilai yang sudah diwariskan Kiai Kholil untuk terus dihidupkan dan diaplikasikan bagi penerus bangsa. 

 

"Kita sebagai santri-santrinya tentunya harus bertanggung jawab untuk menghidupkan terus nilai-nilai ajarannya. Sehingga terus diikuti oleh  anak cucu kita semua. Insyaallah kalau ini semua kita dasarkan pada satu niat yang ikhlas semuanya akan membawa keberkahan," pungkas Halim.

 

Penulis: Abduh

Editor: Risma Savhira
 

F1 Promosi Iklan