Fakultas Kesehatan Unusa Gelar Webinar Diet Sehat Ala Rasulullah

Fakultas Kesehatan Unusa Gelar Webinar Diet Sehat Ala Rasulullah
Mustika Arum saat menyampaikan materi pada webinar yang digelar FKes Unusa. (Foto: NOJ/Hum)
Mustika Arum saat menyampaikan materi pada webinar yang digelar FKes Unusa. (Foto: NOJ/Hum)

Surabaya, NU Online Jatim

Aneka kegiatan digelar Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) meskipun dalam masa pandemi. Yang terbaru menggelar webinar seri II dengan tema ‘Diet Sehat selama Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Berdasarkan Prinsip Rasulullah dan Ilmu Gizi’, Rabu (9/9/2020) secara virtual.

 

Dalam webinar ini menghadirkan dua narasumber yakni Endah Budi Permana Putri yang merupakan dosen Prodi Gizi Unusa, dan Mustika Arum H. yang merupakan Dietisien RS Hermina Tangkuban Perahu Malang dan Nutripreneur. Sedangkan moderetor Rizki Nurmalya Kardina yang merupakan Ketua Prodi Gizi Unusa.

 

Rektor Unusa Achmad Jazidie menyambut baik acara yang digelar Fakultas Kesehatan, terlebih Prodi S1 Gizi Unusa. Dengan ilmu ini dapat memberikan pengetahuan mengenai gizi yang memang sangat dibutuhkan tubuh.

 

“Dengan webinar ini kita dapat mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan selama pandemi seperti saat ini, dimana gizi yang cukup sangat dibutuhkan di tengah pandemi,” katanya.

 

Dalam materinya, Endah Budi Permana Putri menjelaskan gizi diambil dari bahasa Arab ghidza yang dibaca gizi yang berarti makanan. Rasulullah memberikan panduan kepada kaum Muslimin untuk mengonsumsi makanan yang baik, yakni yang halal dan thayyib.

 

“Di mana makanan halal itu makanan yang diperbolehkan untuk dimakan serta diminum menurut ketentuan syariat Islam,” jelasnya. Sedangkan makanan thayyib di mana makanan dan minuman yang diperoleh dan dikonsumsi dapat memberikan manfaat bagi tubuh manusia, lanjutnya.

 

Endah menjelaskan jika pola hidup bersih dan sehat sudah diterapkan Rasulullah seperti mencuci tangan sebelum makan. Ini dilakukan untuk menghindari bakteri yang tertempel dari tangan.

 

“Jadi akan lebih bersih dan sehat saat kita memasukkan makanan,” jelasnya.

 

Pada kegiatan yang diikuti sejumlah mahasiswa tersebut, juga diingatkan untuk memperhatikan adab tidak meniup makanan yang panas, hal ini dikarenakan menghindari drop platte.

 

“Selain itu penelitian menyebutkan ketika air bertemu dengan CO2 dari mulut, akan terjadi reaksi dan membentuk asam karbonat yang bisa mengganggu kondisi tubuh yang menyebabkan perubahan pH darah,” terang Endah.

 

Selain itu yang harus dipertimbangkan adalah memastikan makanan yang aman dikonsumsi sehingga tidak membahayakan tubuh. Keamanan pangan ini di mana kondisi atau upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain atau fisik.

 

“Banyak masyarakat yang menganggap remeh hal ini, namun ini yang harusnnya diperhatikan lebih oleh masyarakat,” jelasnya.

 

Sementara itu, Mustika Arum H yang merupakan dietisien RS Hermina Tangkuban Perahu Malang dan nutripreneur menjelaskan asupan gizi merupakan aspek penting bagi tubuh terlebih di era new normal.

 

“Jadi, kondisi ini masyarakat memerlukan gizi yang cukup selama pandemi Covid-19 ini,” bebernya.

 

Mustika memberikan tips sehat konsumsi lauk siap saji, dimana harus segera dikonsumsi setelah diolah dan tidak boleh lebih dari empat jam.

 

“Jika belum habis, panaskan setelah dua jam dengan suhu 75 derajat celcius, ini dilakukan agar merata ke seluruh bagian,” jelasnya.

 

Dijelaskannya bahwa jika ingin kembali disimpan hendaknya dipanaskan dulu dan dinginkan hingga uap panas habis lalu simpan dalam wadah tertutup lalu dinginkan.

 

“Kalau bisa hindari proses pembekuan dan proses pemanasan berulang agar tidak merusak kandungan gizi dan citarasa makanan,” pungkasnya. (adv)

Iklan Medsos