Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

FEB UNISMA Bahas Passive Income dan Investasi Saham di Masa Pandemi

FEB UNISMA Bahas Passive Income dan Investasi Saham di Masa Pandemi
Sekolah Pasar Modal Lanjutan FEB Unisma. (Foto: NOJ/humas)
Sekolah Pasar Modal Lanjutan FEB Unisma. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) tidak henti melakukan kegiatan dan prestasi. Di awal Januari 2021, setelah mendapatkan prestasi dalam kompetisi 10 days challenge yang digelar oleh Bursa Efek Indonesia, FEB Unisma menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) Tingkat Advance dengan Tema 'Mencari passive Income melalui Investasi Saham'.

 

Acara SPM tingkat lanjut ini digelar dengan menggandeng PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur, PT IPOT, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Malang. Kegiatan ini guna meningkatkan literasi di sektor keuangan dan pasar modal. Hadir sebagai narasumber pada acara ini adalah Asikin Ashar, Trainer Senior PT Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur, Ami Nabila, Branch Manager PT IPOT Malang, dan Indrawan Nugroho Utomo, Trainer OJK Malang.


Dekan FEB Unisma, Nur Diana dalam pembukaan kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kolaborasi yang dibangun dengan PT BEI Kantor Perwakilan Jatim, PT IPOT, dan OJK Malang. Karena kegiatan ini sangat mendukung kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal dalam bentuk SPM tingkat basic maupun advance dan gerakan serta gerakan yuks menabung saham.


“Kolaborasi yang terbangun antara FEB UNISMA dengan industri pasar modal dalam rangka penguatan kompetensi lulusan yang berdaya saing khususnya di bidang pasar modal merupakan implementasi kebijakan kampus merdeka. Kampus tidak boleh berdiri sendiri dalam mencetak lulusan yang kompeten. Hal ini menjadi komitmen  FEB UNISMA yang sejak awal berdirinya selalu menggandeng dunia usaha dan dunia industri dalam impelementasi tridarma pendidikan tinggi” kata Diana, Rabu (13/01/2021).

 

Selain itu, pengembangan kompetensi mahasiswa Unisma juga didukung oleh laboratorium investasi.


“Laboratorium inovasi yang dimiliki FEB UNISMA dalam bentuk galeri investasi meruapakan sarana penguatan sofskill dan hardskill mahasiswa yang didukung oleh PT BEI, OJK , dan PT IPOT. Bahkan untuk sertifikasi kompetensi kami bekerjasama dengan TICMI,” terangnya.

 

Menurut Diana, hal ini merupakan upaya terbaik yang harus senantiasa dibangun FEB UNISMA agar lulusanya sesuai dengan kebutuhan zaman

 

"Kami berupaya menciptakan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Sehingga daya inovasi dan kretivitas senantisa kami tanamkan pada mahasiswa hingga lulus menjani sarjana,” tegas Diana.
 

dan Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri sangat mengapresiasi prestasi galeri investasi  FEB UNISMA yang secara berturut-turut  menjadi rangking satu dalam kompetisi 10 day challenge yang diumumkan BEI pada 7 Januari 2021 lalu.

 

"Prestasi ini sangat membanggakan bagi BEI Kantor Perwakilan Jawa Timur dan OJK Malang," terangnya.

 

Sementera itu, Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia Perwakilan Jawa Timur, Dewi Sriana Rihantyasni  menyampaikan kinerja BEI yang selama pandemi ini memberikan kinerja yang terbaik.


“Kami sangat pesimis menghadapi pandemi ini, ternyata di luar ekspektasi kami. Tercatat ada sebanyak 51 saham baru sehingga total emiten pada tahun 2020 sebanyak 713 semoga ada sinyal baik di tahun 2021,"

 

Dirinya menambahkan, bahwa rata-rata transaksi meningkat saat pandemi.

 

"Rata-rata transaksi sepanjang tahun 2015-2019 sebesar Rp 7,6 triliun, sedangkan pada masa pandemi tahun 2020 rata rata mencapai Rp 9,18 triliun. Dengan itu, PT BEI mendapatkan The Best VIVA Award sebagai The Best Islamic Award untuk pasar modal syariah,” ungkapnya.

 

Dewi menyadari perkembangan ini tak luput dari kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal yang senantiasa dilakukan di masa pandemi.

 

Sementara itu, Sugiarto Kasmuri, Kepala OJK Malang banyak memaparkan hasil survei OJK yang berkaitan dengan literasi keuangan dan tingkat inklusi di Indonesia.

 

"Untuk 2019 di tingkat nasional, literasi keuangan mencapai 38 persen di tahun 2019, sedangkan tingkat inklusinya 76 persen. Artinya, terdapat gap yang cukup besar antara tingkat inklusi dan tingkat literasi. Di tingkat Jawa Timur, tingkat literasi keuangan jauh lebih baik dengan nilai 48 persen. Artinya hampir separuh penduduk di Jawa Timur sudah melek terhadap risiko. Di sisi pasar modal masih jadi PR kita bersama karena literasinya masih sedikit yaitu 4,92 persen," 

 

Untuk itu, Sugiarto menekankan pentingnya kegiatan SPM merupakan sinergi dari dunia industri pasar modal, dunia pendidikan, dan OJK .

 

"Hal ini bertujuan untuk membuka wawasan dan keilmuan bagi milenial yang berminat investasi di pasar modal karena di luar negeri belajar investasi sejak dini. SPM ini merupakan sarana positif untuk membantu  menambah pemasukan mahasiswa," pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira

PWNU Jatim Harlah