Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

FEB Unisma Gelar Webinar Peluang dan Tantangan Investasi Pasar Modal

FEB Unisma Gelar Webinar Peluang dan Tantangan Investasi Pasar Modal
5th Anniversary GI BEI FEB. (Foto: NOJ/humas)
5th Anniversary GI BEI FEB. (Foto: NOJ/humas)

Malang, NU Online Jatim

Genap berusia lima tahun, Galeri Investasi (GI) Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma), Selasa (02/03/2021) menggelar seminar nasional dengan tema 'Peluang dan Tantangan  Investasi Pasar Modal di Era Disrupsi'.


Acara yang digelar secara luring dan daring ini bertempat di KH Abdurahman Wahid Hall Gedung Pascasarjana lantai 7 Unisma. Kegiatan puncak 5th Anniversary GI BEI FEB Unisma ini mendatangkan empat narasumber yaitu Lutfi Zain Fuady Kepala Dewan Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi Direktur Pengembangan PT BEI, Muhammad Bayu Adiputro Kusuma Utomo Head of Market Development PT Indopremiere Sekuritas, dan Drs Imam Subekti Praktisi dan Pengamat Pasar Modal.

 

Acara dibuka oleh Dekan FEB Unisma, Nur Diana. Dalam sambutannya, ia mengatakan apresiasi atas peringatan 5th Anniversisary GI BEI FEB Unisma. Menurutnya, lembaga ini banyak bermanfaat untuk sarana edukasi, sosialisasi pasar modal kepada mahasiswa maupun masyarakat melalui berbagai kegiatan seminar nasional, sekolah pasar modal, klinik, goes to school, goes to pesantren. Di sisi lain sudah banyak prestasi yang diraihnya diantaranya meraih 10 besar kompetisi 10 DC yang digelar BEI tahun 2019 dan peringkat 1 pada K10DC pada periode 2 dan 4, serta 10 besar pada periode 3.


"Keberadaan pasar modal di Indonesia merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Terbukti telah banyak industri dan perusahaan yang menggunakan institusi ini sebagai media untuk menyerap investasi dan media untuk memperkuat posisi keuangannya,"

 

Secara faktual pasar modal telah menjadi pusat saraf finansial (financial nerve centre) pada dunia ekonomi modern dewasa ini.

 

"Bahkan perekonomian modern tidak mungkin dapat eksis tanpa adanya pasar modal yang tangguh dan berdaya saing global serta terorganisir dengan baik" 

 

Tentunya sebagai sarana investasi, pasar modal telah menghadapi berbagai tantangan era disrupsi diantaranya perkembangan teknologi yang demikian cepat dan masif. Era 4.0 telah mendobrak  kemapanan kinerja berbagai bisnis yang masih berjalan konvensional. Tak terkecuali di industri jasa keuangan dan pasar modal nasional. 

 

"Kemunculan bisnis perdagangan berbasis elektronik dan aplikasi (e-commerce) serta pesatnya perkembangan layanan finansial teknologi (fintech) membuat akses masyarakat berinvestasi pasar modal semakin mudah dan cepat,"


Di sisi lain berbagai peristiwa telah faktor sentimen global dan regional seperti ketegangan geopolitik, penanganan pandemi Covid-19, hingga proses pemulihan ekonomi di sejumlah negara yang sudah mengalami resesi juga akan menjadi tantangan bagi pasar modal ke depan.


Sementara itu empat narasumber utama dalam seminar Nasional Pasar Modal banyak membahas Kebijakan OJK dari sisi Pengawasan Investasi di Pasar Modal , Strategi investasi di era Disrupsi serta Kajian Empiris Investasi di Pasar Modal.

Iklan promosi NU Online Jatim