Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Gelar Musyker II, MWCNU di Sumenep Ingin Perluas Tebar Manfaat untuk Umat

Gelar Musyker II, MWCNU di Sumenep Ingin Perluas Tebar Manfaat untuk Umat
Suasana Musyker II MWCNU Pragaan, Kabupaten Sumenep, Senin (30/11/2020). (Foto: Ach Khalilurrahman).
Suasana Musyker II MWCNU Pragaan, Kabupaten Sumenep, Senin (30/11/2020). (Foto: Ach Khalilurrahman).

Sumenep, NU Online Jatim

Setelah satu tahun bertugas, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan melaksanakan Musyawarah Kerja (Musyker) II, Senin (30/11/2020). Agenda ini digelar dengan tujuan melakukan evaluasi atas kinerja kepengurusan tahun lalu serta merumuskan program kerja untuk tahun yang akan datang.

 

Musyker dilaksanakan di aula Ma'had Aly PP Al-Ihsan di Desa Jaddung. Agenda tahunan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus harian, lembaga, badan otonom serta pengurus ranting yang ada di bawah naungan MWCNU Pragaan.

 

Sebelum dimulai, KH Junaidi Mu'arif dalam sambutannya berpesan kepada pengurus lembaga terkait penyusunan program kerja. "Musyker adalah tindak lanjut dari hasil sidang komisi-komisi saat konferensi MWCNU setahun yang lalu. Pesan saya kepada para pengurus, buatlah kegiatan sesuai dengan hasil konferensi," ujar Ketua MWCNU Pragaan tersebut.

 

Suasana Musyker

Musyker dipimpin oleh Wakil Ketua MWCNU Pragaan K Asy'ari Khatib. Terlebih dahulu, beliau mempersilakan perwakilan pengurus lembaga untuk mempresentasikan program kerja yang telah dirumuskan bersama.

 

Masing-masing lembaga memiliki program berbeda sesuai tugas dan wewenangnya. Lembaga Pengembangan Pertanian NU berencana akan mengadakan sosialisasi cara bertani yang baik untuk memberdayakan para petani nahdliyin.

 

Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU juga memiliki agenda tersendiri. "Kita akan melakukan labelisasi pada masjid-masjid yang merupakan milik warga NU," ujar K Mas'udi, Ketua LTM NU Pragaan.

 

Penyusunan buku mata pelajaran Aswaja menjadi program pengurus Lembaga Pendidikan Ma'arif sementara Rabithah Ma'ahid Islam (RMI) ingin mengadakan halaqah kitab kuning antar pesantren. "LTN NU akan menerbitkan sebuah buletin digital agar NU semakin jaya di dunia maya," ujar K Firdausi, salah satu pengurus Lembaga Ta'lif wan Nasyr.

 

Penguasaan media sosial dan internet rupanya juga diamini oleh pengurus Lembaga Dakwah NU. "Sudah saatnya Pragaan memiliki dai-dai baru. Oleh karena itu kami mengagendakan pelatihan muballigh dan untuk memviralkannya kita perlu tim IT yang handal," ujar sekretaris LDNU, K Moh Shaleh saat menyampaikan presentasi.

 

Lembaga kajian pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) ingin melaksanakan kegiatan Sekolah Aswaja. Sementara itu, LAZISNU akan fokus mencari cara agar para anak yatim dan dluafa bisa mondok dan kuliah lewat beasiswa.

 

Adapun Lembaga Seniman Budayawan Muslim (Lesbumi) juga memiliki agenda berupa parade hadrah banjari, salah satu jenis kesenian yang tengah populer di kalangan masyarakat Pragaan.

 

Sebagai presentator terakhir, ketua Lembaga Bahtsul Masail mengutarakan bahwa agendanya untuk satu tahun ke depan adalah dokumentasi dan publikasi hasil Bahtsul Masail. "Hasil sidang bahtsul masail akan kami sebarkan via whatsapp, setelah terkumpul banyak kami akan cetak menjadi buku," ujar K Hasan.

 

 

Pimpinan musyawarah juga membuka kesempatan agar peserta dapat menyampaikan usul dan tanggapan terkait program kerja pengurus lembaga. Sesi itu dimanfaatkan oleh K Khalis Afifie untuk menyuarakan pendapatnya.

 

"Usul saya kepada pengurus LPNU, tolong agendakan pula pengadaan traktor atau alat bajak sawah biar warga tidak kesulitan saat mau menggarap lahannya," ujar ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Pragaan ini.

 

Penulis: Ach Khalilurrahman

Editor: Romza

Bank Jatim (31/7)