Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Geliat Pengurus NU Bojonegoro Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Geliat Pengurus NU Bojonegoro Sukseskan Vaksinasi Covid-19
Pengurus NU Bojonegoro saat mengikuti vaksinasi, Kamis (04/03/2021). (Foto: NOJ/ M Yazid).
Pengurus NU Bojonegoro saat mengikuti vaksinasi, Kamis (04/03/2021). (Foto: NOJ/ M Yazid).

Bojonegoro, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro terlibat menjadi salah satu penggerak suksesi vaksinasi Covid-19. Terbukti, sejumlah unsur dari PCNU Bojonegoro dan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) mengikuti vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan setempat.

 

Setidaknya ada 60 orang dari PCNU dan MWCNU yang mengikuti vaksinasi di di GOR SMT Bojonegoro, Kamis (04/03/2021). "Vaksinasi ini bagian dari ikhtiar kita untuk sehat. Saat kita vaksin sejatinya bukan hanya manfaat untuk kita, tetapi juga memberi keamanan bagi orang lain," kata pengurus NU Kabupaten Bojonegoro, Agus Sholahuddin usai mengikuti vaksinasi.

 

Dewan Pakar Aswaja Center NU Bojonegoro itu juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi. Pasalnya bukan semata-mata vaksin ini halal menurut MUI dan aman menurut BPPOM, namun lebih dari itu manfaat dan fungsinya.

 

"Ada ajaran agama disana, memberi manfaat pada orang lain dan tidak membahayakan orang lain," terang pria yang juga dosen Unugiri Bojonegoro tersebut.

 

Ditambahkan, saat vaksinai ia merasakan seperti pada umumnya saat disuntik jarum, sedikit sakit seperti digigit semut rasanya. "Sampai detik ini tidak merasakan apa-apa. Insyaallah sehat," pungkasnya sembari tersenyum dan menunjukkan kartu vaksinasinya.

 

Dikesempatan lainnya, Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah menyinggung vaksinasi ini mempercayakan dilakukan pemerintah seutuhnya. Sebab vaksinasi pertama telah diawali bersama Forkopimda dan tenaga kesehatan. Dimungkinkan vaksin ini tentu ada kekhawatiran sendiri dari masyarakat.

 

"Tetapi kita percayakan kepada pemerintah yang terbaik dalam penanggulangan pandemi. Di tahap kedua ini giliran petugas publik dan wartawan turut melaksanakan vaksinasi dan yang lainnya," paparnya.

 

Bupati Bojonegoro perempuan pertama ini menuturkan, proses suntik vaksin dosis pertama dan kedua dengan interval 14 hari tidak merasakan efek apapun. "Terkait penyuntikan dosis pertama dan kedua, interval 14 hari semoga tidak merasakan efek apapun. Dan semoga semakin menguatkan imunitas kita," tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ani Pudji Ningrum menyampaikan, pihaknya memiliki target 70 persen masyarakat di Bojonegoro mengikuti vaksinasi bergantian di tahap pertama hingga ke empat. Dasar penyelenggaraan tersebut telah dituangkan dalam Juknis Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

 

Untuk tahap pertama telah dimulai pada (28/1/2021) sebanyak 4.380 orang telah di vaksin atau 100 persen. Sedangkan di tahap kedua akan terselesaikan hingga bulan Mei 2021, dengan 5.300 orang telah terselesaikan di 48 pelayanan kesehatan.

 

"Berharap dengan adanya vaksinasi ini tentunya kekebalan terhadap kelompok tertentu atau herd immunity di Bojonegoro segera terbentuk. Kedepan dengan adanya vaksinasi ini, kekebalan terhadap kelompok nantinya akan terbentuk. Bersama kita mengakhiri pandemi dan menjaga keselamatan bersama," sebut wanita yang pernah menjabat Direktur RSUD Padangan, Bojonegoro tersebut.

 

 

Selain dari unsur NU, vaksinasi juga diikuti BPN Bojonegoro, Dinas Peternakan dan Perikanan, Kemenag, Dinsos, Disperinaker dan juga Dinas PU Cipta Karya (non PNS).

 

Editor: Romza

PWNU Jatim