Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Generasi Milenial Isi Kepengurusan MUI, Ini Harapannya

Generasi Milenial Isi Kepengurusan MUI, Ini Harapannya
Lia Istifhama, Sekretaris MUI Jawa Timur. (Foto: NOJ/bs)
Lia Istifhama, Sekretaris MUI Jawa Timur. (Foto: NOJ/bs)

Surabaya, NU Online Jatim

KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengukuhkan dewan pimpinan dan pengurus MUI Jawa Timur pada Senin (15/02/2021). Personalia MUI Jawa Timur di periode ini sangat menarik karena banyak ditunggangi oleh generasi milenial. Hal tersebut selaras dengan pernyataan Lia Istifhama, Sekretaris MUI Jawa Timur masa khidmat 2020-2025.

 

“Di MUI Jawa Timur saat ini banyak wajah baru, terutama dari kalangan milenial. Maka ini adalah sebuah potensi yang besar,” katanya, Senin (15/02/2021).

 

Berbagai harapan pun dilontarkan perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini. Menurutnya, MUI Jawa Timur harus menjadi wajah dari Islam li kulli zaman wal makan.

 

“Jika kita berpikir tentang Islam, berarti kita berpikir bahwa Islam li kulli zaman wal makan. Dan kita bicara perkembangan. Bukan hanya kita harus mengikuti keadaan tapi memahami keadaan itu yang terpenting,” jelasnya.

 

Dirinya menambahkan, bahwa adanya generasi milenial yang tergabung menunjukkan bahwa MUI harus terbuka dalam memaknai era digital.

 

“Kedua, kita harus kreatif. Jika kita bicara saat ini era digital, berarti bagaimana kita bisa memanfaatkan media digital sebagai syiar dakwah. Jangan sampai anak-anak yang sudah terlanjur akrab dengan lingkungan digital haus akan pengetahuan agama. Itu fungsi MUI agar dapat menghadirkan Islam yang ramah dan Ahlussunnah wal Jama'ah,” tambahnya.

 

Ketiga, dirinya meminta agar MUI Jawa Timur pro aktif dalam mendukung program Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang menginginkan Jawa Timur sebagai pusat kawasan halal.

 

“Kita harus mendukung keinginan Ibu Gubernur bahwasannya Jawa Timur agar menjadi kawasan industri halal,” pungkasnya.

Bank Jatim (31/7)