Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Gugah Kesadaran Masyarakat, PCNU Kota Pasuruan Gelar Seminar Kota Santri

Gugah Kesadaran Masyarakat, PCNU Kota Pasuruan Gelar Seminar Kota Santri
Seminar Kota Santri dan Santripreneurship yang digelar PCNU Kota Pasuruan, Sabtu (17/ 10/ 2020). (Foto: NOJ/ Mohammad Kholidun).
Seminar Kota Santri dan Santripreneurship yang digelar PCNU Kota Pasuruan, Sabtu (17/ 10/ 2020). (Foto: NOJ/ Mohammad Kholidun).

Pasuruan, NU Online Jatim

Dalam rangka menyambut Hari Santri 2020, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan menggelar acara Seminar Kota Santri dan Santripreneurship dengan tema "Penguatan Karakter Santri Menuju Masyarakat Madani", Sabtu (17/10/2020).

 

Acara yang digelar di Hotel Horison Pasuruan tersebut dihadiri sekitar 250 tamu undangan yang tidak hanya pengurus NU. Melainkan juga tamu undangan dari luar NU seperti pengurus BEM di beberapa kampus di wilayah Pasuruan, organisasi kepemudaan, serta alumni dari beberapa Ponpes ternama di Jawa Timur.

 

Dalam acara yang digelar mulai pukul 09.00 WIB itu, terdapat dua orang pemateri yang didatangkan. Mereka adalah Ismail Nachu dan Tripitono Adi Prabowo. Kedua narasumber berbagi materi antara lain seputar konsep membangun kota santri dan jiwa kewirausahaan santri.

 

Turut hadir di tengah-tengah peserta undangan acara ini yaitu Ketua PBNU, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul.

 

 

Karena digelar ditengah Pandemi Covid-19, sehingga acara ini menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Dimana para tamu undangan yang akan masuk ke dalam area harus di cek suhu badannya, cuci tangan dengan handsanitizer, hingga harus menjaga jarak.

 

"Tujuan digelarnya acara ini, kami ingin membangun kesadaran masyarakat dengan karakter santri. Dan kami juga ingin menggugah para santri untuk bermental saudagar yang nantinya dapat membantu kemandirian NU dan Pesantren," kata Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pasuruan, KH Nailur Rochman.

 

Selain itu, pria yang akrab disapa Gus Amak ini berharap, para pengurus dan undangan yang hadir di acara ini bisa pulang membawa oleh-oleh membangun kota dengan karakter santri. "Sehingga dapat memasukkan nilai-nilai santri dalam setiap aspek kehidupan di tengah masyarakat," terangnya.

 

Masih dalam acara yang sama, Gus Amak juga memaparkan spirit perjuangan para kiai NU dalam perjalanan bangsa Indonesia.

 

“Padahal peringatan hari santri yang jatuh pada 22 Oktober 2020 dilandasi fatwa jihad KH Hasyim Asyari. Sebuah fatwa yang lahir dari semangat perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan bangsa," pungkasnya.

 

Editor : Romza

 

Iklan promosi NU Online Jatim