Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Gus Ali Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kasih Sayang

Gus Ali Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kasih Sayang
KH Agus Ali Masyhuri, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Tulangan Sidoarjo. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)
KH Agus Ali Masyhuri, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Tulangan Sidoarjo. (Foto: NOJ/Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat Tulangan Sidoarjo, KH Agus Ali Masyhuri menyampaikan tentang pentingnya persatuan dan kasih sayang. Sebab, adanya manusia di muka bumi hanya untuk bersatu dan tidak terpecah belah.

 

Mengutip dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

 

“Hadits tersebut merupakan hadis yang pendek, tetapi mengandung makna dan cakupan yang sangat luas. Salah satunya adalah pentingnya persatuan dan kasih sayang,” ujarnya saatpengajian rutin yang disiarkan di kanal youtube Progresif TV, Jum’at (24/09/2021).

 

Wakil Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim tersebut mengatakan, bahwa Islam bertujuan untuk menciptakan keharmonisan masyarakat yang penuh kasih sayang. Demi tercapainya kedamaian, setiap individu hendaknya mendahulukan kepentingan masyarakat umum dibanding pribadi.

 

Menurut Gus Ali, semua itu akan terealisasi jika semua individu yang ada dalam satu masyarakat menghendaki kebaikan dan kebahagaian orang lain, sebagaimana ia menghendaki untuk dirinya sendiri. Hal ini, erat kaitannya dengan tingkat keimanan seseorang.

 

“Jadi kalian kalau mengetes keimanan seseorang tidak perlu melihat jidatnya hitam atau tidak. Kalau ada orang hatinya sabar, cinta kepada teman, senang ketika melihat tetangga mendapatkan kebahagia berati itu orang beriman,” tegasnya.

 

Gus Ali menyampaikan, bahwa keimanan tidak akan kokoh dan mengakar di hati seorang Muslim kecuali ia menjadi orang yang baik, menghindari egoisme, rasa dendam, kebencian dan kedengkian.

 

“Karena keimanan itu muaranya hanya menghendaki kebaikan dan kebahagian yang ada dalam diri seseorang,” pungkasnya.

 

Penulis: Boy Ardiansyah


Editor:
F1 Bank Jatim