Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Gus Bahru, Dai Muda NU Asal Nganjuk Sukses Usaha Angkringan

Gus Bahru, Dai Muda NU Asal Nganjuk Sukses Usaha Angkringan
Gus Bahru Zamzami, dai muda NU asal Nganjuk saat berada di 'Angkringan Merdeka 99' miliknya. (Foto: NOJ/ Hafidz Yusuf).
Gus Bahru Zamzami, dai muda NU asal Nganjuk saat berada di 'Angkringan Merdeka 99' miliknya. (Foto: NOJ/ Hafidz Yusuf).

Nganjuk, NU Online Jatim

Di masa pandemi yang serba sulit masyarakat dituntut untuk berkreasi demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Seperti halnya Bahru Zamzami, seorang ustadz sekaligus dai muda asal Desa Watudandang, Kecamatan Prambon, Nganjuk. Saat ini ia merintis usaha angkringan yang diberi nama ‘Angkringan Merdeka 99’. 

 

Usaha angkringan ini didirikan setahun yang lalu bersama sang istri. Angkringan yang terletak di Jalan Tanjungtani, tepatnya di depan Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Prambon tersebut buka setiap hari, mulai pukul 15.00 WIB hingga 00.00 WIB.

 

Dalam budaya Jawa, setiap nama dipercaya mengandung makna dan harapan tertentu. Demikian pula dengan nama Angkringan Merdeka 99 ini. Pengajar Pondok Pesantren Krempyang ini memiliki harapan agar ia dan keluarganya merdeka secara ekonomi dan dapat membantu banyak orang.

 

“Saya pernah diingatkan seorang kiai agar punya usaha sendiri. Dari situlah kami berdoa, berusaha dan berharap yang baik, dan akhirnya saat ini tercapai,” ujar Gus Bahru, sapaan akrabnya, saat ditemui NU Online Jatim, Jumat (10/09/2021).

 

Selama pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih ini, Angkringan Merdeka 99 miliknya masih dapat diandalkan untuk menyambung hidup. Bahkan, saat ini Gus Bahru telah memiliki tujuh orang karyawan.

 

Letaknya yang strategis membuat angkringan itu menjadi primadona bagi pelajar dan pemuda untuk sekedar minum kopi ataupun menikmati camilan sambil berdiskusi. Hanya saja, ketika pandemi melanda jumlah pengunjung lumayan berkurang. Namun, hal itu tidak menjadi masalah yang berarti, karena penghasilan masih lumayan.

 

“Penghasilan rata-rata pada saat pandemi seperti ini bisa sampai Rp 5 juta lebih setiap bulan. Kalau pandemi sudah berakhir, ya bisa lebih dari itu,” tutur pengurus Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Nganjuk ini sambil tersenyum.

 

Sebagaimana angkringan pada umumnya, hidangan yang tersaji di Angkringan Merdeka 99  cukup bervariasi. Tentu dengan harga yang variatif dan terjangkau di kantong semua kalangan.

 

Untuk jenis makanan ada nasi bakar, nasi rames, nasi kucing, serta aneka makanan dan gorengan maupun beberapa jenis sate sundukan, seperti sate kikil, usus dan sebagainya. Sementara untuk jenis minumannya terdiri dari teh, wedang uwuh, ketan susu, wedang jahe, hingga kopi.

 

Gus Bahru mengaku, kendati pandemi belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Bagaimanapun keadaannya usaha angkringan tersebut akan tetap dipertahankan.

 

“Hal ini sebagaimana yang dilakukan wali songo yang punya dedikasi tinggi dalam menyebarkan ilmu agama, namun di sisi lain tidak lupa mencari nafkah untuk kebutuhan ekonomi keluarga dan umatnya,” pungkasnya.

 

Penulis: Hafidz Yusuf

Editor: A Habiburrahman


Editor:
F1 Bank Jatim