Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Gus Fahmi: Memperingati Maulid Nabi tidak Butuh Hadits Shahih

Gus Fahmi:  Memperingati Maulid Nabi tidak Butuh Hadits Shahih
KH Fahmi Amrullah Hadzik saat mengisi tausiah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Tebuireng Jombang, Rabu (28/10/2020) malam. (Foto: Istimewa)
KH Fahmi Amrullah Hadzik saat mengisi tausiah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Tebuireng Jombang, Rabu (28/10/2020) malam. (Foto: Istimewa)

Jombang, NU Online Jatim

Pondok Pesantren Tebuireng Jombang menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (28/10/2020) malam. Acara yang dilaksanakan di Masjid Pondok Putra Tebuireng ini diikuti oleh sejumlah masyayikh, ustadz dan santri.

 

Selama kegiatan berlangsung Protokol Kesehatan (Prokes) diterapkan secara ketat. Selain itu, acara ini juga disiarkan live streaming melalui Youtube.

 

Dalam sambutannya, Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mengajak para santri untuk terus belajar sesuatu yang belum diketahui. Seperti hadits yang dulunya tidak tahu, harus belajar supaya tahu. “Jangan lupa untuk selalu mengamalkan dan meneladani akhlak Rasulullah,” ujar Gus Kikin.

 

Sementara itu, KH Fahmi Amrullah Hadzik (Gus Fahmi), saat menjadi penceramah dalam kegiatan tersebut menerangkan bahwa tidak butuh hadist shahih untuk melaksanakan peringatan Maulid Nabi. Namun, hati yang bersih sudah cukup untuk membuktikan kecintaan kepada Rasulullah. Sebab, Rasul tidak hanya dipuji manusia, tapi mendapat pujian dari Allah SWT.

 

“Memperingati Maulid ini sudah setiap tahun kita lakukan, bahkan umat Islam di seluruh dunia memperingatinya. Kenapa Nabi diperingati kelahirannya, padahal ada yang mengatakan peringatan Maulid Nabi ini bid’ah. Untuk memperingati Maulid Nabi ini tidak butuh hadits shahih, tapi cukup hati yang bersih. Insyaallah kita yang memperingati Maulid Nabi hatinya bersih,” ungkap Gus Fahmi.

 

Dalam ceramahnya, Gus Fahmi juga menceritakan, ada salah seorang sahabat Nabi yang mengatakan bahwa ia tidak pernah melihat orang yang lebih baik kecuali Rasulullah. Tidak pernah ada yang melahirkan orang lebih tampan dari Rasulullah. Dan Rasulullah adalah pribadi yang sempurna dan terbebas dari semua aib. “Dari ketampanan Rasulullah itulah wajah Nabi tidak boleh dilukis atau digambarkan, khawatir kalau dilukis takut kurang tampan. Jadi sosok Nabi tidak bisa digambarkan,” kata Gus Fahmi.

 

Lebih lanjut Gus Fahmi menjelaskan, bahwa ketika membicarakan akhlak Rasulullah, maka tidak akan pernah selesai. Bahkan sahabat Nabi pun ketika ditanya akhlak Rasulullah, mereka tidak bisa menjawab. Karena begitu agungnya akhlak Rasulullah. “Akhlak Rasulullah itu Al-Qur’an. Jika membicarakan akhlak Rasulullah, tidak akan selesai-selesai, bukan berarti tidak bisa dijelaskan, tapi ada beberapa akhlak Rasulullah yang bisa ditiru dan diteladani,” jelasnya.

 

 
 
Adapun akhlak Rasulullah yang bisa kita teladani, Gus fahmi menjelaskan, pertama adalah kejujuran Rasulullah. “Rasulullah itu sangat jujur, dari sikap jujur inilah yang nantinya akan menimbulkan akhlak-akhlak yang baik lainnya dan kondisi baik lainnya. Santri harus memiliki sifat jujur. Jujur dari hal terkecil, seperti taat peraturan lalulintas, dan sebagainya,” ungkapnya.

 

Yang kedua akhlak Rasulullah adalah pemaaf. Sekalipun Rasulullah dihina, dicaci, dan disakiti tetap memaafkan. Ketiga adalah tanggungjawab. Rasulullah bertanggungjawab kepada umatnya. “Keempat adalah loman atau dermawan, sekalipun Rasulullah sedang tidak punya, ketika ada yang meminta, maka Rasulullah akan menawarkan kepada sahabat-sahabatnya yang bersedia membantu,” jelas Gus Fahmi.

 

Penulis: Muhammad Alvin Jauhari

Editor: Romza


Editor:
F1 Bank Jatim