Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Gusdurian di Malang Peringati Haul Gus Dur Bersama Alissa Wahid

Gusdurian di Malang Peringati Haul Gus Dur Bersama Alissa Wahid
Alissa Wahid saat hadir sebagai nara sumber dalam acara Haul Gus Dur yang diadakan Gusdurian Kanjuruhan Malang, Sabtu (09/01/2021). (Foto: NOJ/ Moch Miftahur Rizki).
Alissa Wahid saat hadir sebagai nara sumber dalam acara Haul Gus Dur yang diadakan Gusdurian Kanjuruhan Malang, Sabtu (09/01/2021). (Foto: NOJ/ Moch Miftahur Rizki).

Malang, NU Online Jatim

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) harus diakui banyak pengikutnya. Sehingga tidak sedikit yang selalu menjadikan beliau sebagai guru meski tidak secara langsung belajar kepadanya. Namun, nilai-nilai kehidupan yang diajarkan Gus Dur dipelajari banyak orang.

 

Sehingga sebagai orang yang berilmu, banyak kalangan yang ingin memberi penghormatan sekaligus mempelajari ajaran Gus Dur. Salah satunya dengan Haul seperti yang diadakan Gurdurian Kanjuruhan Kabupaten Malang yang mengadakan Haul ke-11 Gus Dur.

 

Haul ini dilaksanakan dengan agenda Talk Show yang bertemakan ‘Gus Dur Pemikiran Sepanjang Masa’. Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini dilaksanakan pada Sabtu (09/01/2021) siang.

 

Agenda ini dipandu Dimas Iqbal Ramadhan dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat. Sedangkan nara sumber dalam Haul Gus Dur kali ini yakni Alissa Wahid Koordinator Jaringan Gusdurian dan Hasan Abadi Rektor Universitas Raden Rahmat (UNIRA) Malang. 

 

"Telah hadir bersama kita, saat ini ada Ning Alissa Munawarah Wahid atau yang biasa kita kenal dengan Alissa Wahid. Beliau adalah putri Gus Dur yang juga koordinator jaringan Gus Dur yang nasional dan mungkin internasional ya," kata pemandu acara saat pembukaan.

 

Dalam kesempatan ini, Ning Alissa sempat menceritakan asal muda pendirian Gusdurian pada tahun 2012. “Jaringan ini kami namai Gusdurian yang kami sepakati bahwa ini bukan gerakan politik. Gerakan dalam jaringan Gusdurian ini hanya sebatas gerakan yang berusaha mencontoh sikap Gus Dur yang di kenal dalam toleransinya dalam berbangsa dan bernegara," ungkapnya.

 

 

Sementara itu, Hasan Abadi mengaku dirinya meneladani Gus Dur dari kesederhanaan dan nilai toleransi yang diajarkan presiden keempat Republik Indonesia itu.

 

"Salah satu hal yang saya teladani dari Gus Dur adalah tentang kesederhanaan dan toleransi. Dan saya melihat masyarakat Malang mulai mendirikan jaringan-jaringan Gusdurian di beberapa tempat dengan tujuan untuk meneladani dan mencontoh sikap Gus Dur dalam beragama dan bernegara," ujar Pria yang biasa dipanggil Cak Hasan tersebut.

 

Penulis: Moch Miftachur Rizki

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah