Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Habib Luthfi Tunda Maulid Akbar yang Biasa Dihadiri Ribuan Jamaah

Habib Luthfi Tunda Maulid Akbar yang Biasa Dihadiri Ribuan Jamaah
Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman). (Foto: NU Online).
Habib Luthfi bin Yahya, Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman). (Foto: NU Online).

Surabaya, NU Online Jatim

Momentum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW memang selalu dirindukan oleh umat Islam. Berbagai acara dilaksanakan dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semua itu tidak lain wujud ekspresi kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad sekaligus penghormatan terhadap manusia terbaik di muka bumi, yaitu Rasululah.

 

Namun, ekspresi yang ditunjukkan tersebut tentu tidak boleh berlebihan. Sangat perlu memperhatikan situasi dan kondisi yang tengah terjadi. Sebab, mencegah hal-hal buruk terjadi lebih diutamakan. Sehingga tidak perlu risau ketika perayaan Maulid Nabi terpaksa harus diundur.

 

Seperti pelaksanaan acara Maulid Akbar Kanzus Shalawat tahun ini yang akhirnya diundur. Acara yang biasanya diikuti ribuan peserta itu rencana awalnya akan digelar sejak tanggal Rabu (18/11 2020) hingga Ahad (22/11/2020), namun diputuskan baru akan digelar 20 Desember mendatang.

 

Habib Luthfi bin Yahya, Pimpinan Maulid Akbar Kanzus Shalawat mempunyai alasan untuk menunda acara yang sebelumnya sudah dipersiapkan matang tersebut. "Alasan lainnya, banyak wilayah di Jawa Tengah saat ini, menghadapi Pilkada. Supaya kita semuanya tidak terkontaminasi keperluan politik dan kita semuanya punya hak pilih masing-masing. Setelah 9 Desember baru kita lakukan sebagai penyejuk suasana nasional (usai Pilkada)."

 

Hal tersebut disampaikan Habib Luthfi bin Yahya kepada panitia acara Maulid Akbar Kanzus Shalawat, Selasa (17/11/2020) malam sebaimana dilansir dari detikcom.

 

Selain itu, Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) ini, juga mempertimbangkan situasi nasional yang sedang tidak nyaman. Sehingga ulama yang juga anggota Wantimpres ini merasa perlu menunda acara tersebut.

 

"Suasana nasional seperti ini. Kami tidak akan memberikan contoh yang kurang terpuji. Sebab apapun kami akan mengangkat kepentingan umat dan bangsa, itu yang saya utamakan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," demikian disampaikan Habib Luthfi.

 

Diapresiasi Gubernur Jateng

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah mengapresiasi keputusan Habib Luthfi bin Yahya terkait penundaan acara Maulid Akbar di Kanzus Shalawat, Kota Pekalongan. "Habib Luthfi sudah menelepon langsung, katanya ndherek (ikut) Pak Ganjar, tinggal diatur. Ini akan jadi contoh yang baik," kata Ganjar dalam siaran pers, Rabu (18/11/2020).

 

Seandainya acara itu dilaksanakan, Habib Luthfi diyakini akan sepakat dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat seperti pembatasan. "Saya sampaikan, kalau itu 100 orang masih oke, tinggal diatur tempatnya, kami akan bantu. Kapolda bahkan sudah langsung datang menyampaikan dan kalau perlu nanti akan dibantu dengan memberikan fasilitas streaming untuk acara itu," ungkapnya.

 

 

 

 

Ganjar pun bakal menyiapkan format protokol kesehatan Covid-19 untuk kegiatan keagamaan. Sebab kegiatan keagamaan diyakini juga berdampak positif pada peningkatan imunitas.

 

"Protokol kita siapkan maka semuanya akan menjadi nyaman, akan menjadi aman, karena doa-doa ini menurut saya juga penting untuk meningkatkan (imun). Pesannya Abah (Habib Luthfi) tadi, spiritualitas itu meningkatkan imunitas," tutur Ganjar usai bertemu Habib Luthfi, Kamis (19/11/2020).


Editor:
F1 Bank Jatim