Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Hadapi Era Disrupsi, Begini Program Ketua IPPNU Waru Sidoarjo

Hadapi Era Disrupsi, Begini Program Ketua IPPNU Waru Sidoarjo
Sherli Rachma Widya Utami, ketua terpilih PAC IPPNU Waru, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Rahmad Salam).
Sherli Rachma Widya Utami, ketua terpilih PAC IPPNU Waru, Sidoarjo. (Foto: NOJ/Rahmad Salam).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Waru Sidoarjo mengadakan Konferensi Anak Cabang (Konferancab). Acara dipusatkan di Madrasah Aliyah Darul Ulum Waru, Jl. Brigjen Katamso IV, Balongpoh, Kedungrejo, Waru, Sidoarjo, Ahad (01/08/2021).

 

Permusyawaratan tertinggi di tingkat anak cabang tersebut menetapkan Sherli Rachma Widya Utami sebagai ketua terpilih PAC IPPNU Kecamatan Waru. Diketahui, Sherli merupakan mahasiswi Universitas Adi Buana Surabaya.

 

"Keseharian saya kuliah dan membantu ibu dalam pekerjaan rumah," katanya kepada NU Online Jatim.

 

Sejumlah program ia siapkan dalam menjalankan roda organisasi. Program tersebut diupayakan dapat membentuk kader yang dinamis, kreatif, dan inovatif, sekaligus membuat IPPNU Waru menjadi organisasi yang kain berkembang di segala lini.

 

"Kami akan berupaya untuk melakukan sharing ke setiap pengurus ranting atau komisariat untuk mendengar kebutuhan pelajar hari ini," ungkap Sherli.

 

Menurutnya, meski sementara waktu tidak dapat dilakukan dengan tatap muka, selayaknya tidak menjadi alasan untuk tidak melakukan sharing tersebut. Mengingat, ada banyak platform untuk bisa melakukannya dengan nyaman.

 

Salah satu program yang direncanakan ialah Mabar Ngopi atau Main Bareng sambil Ngopi. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menunjang peningkatan kualitas organisasi. “Program Mabar Ngopi ini akan kami maksimalkan lagi. Karena di zaman yang semakin canggih ini kita dituntut untuk terus berinovasi dalam syiar an-Nahdliyah,” imbuhnya.

 

Kendati demikian, menurut Sherli, kader pelajar NU tidak boleh serta merta meninggalkan tradisi yang diwariskan oleh leluhur, baik itu budaya tari ataupun pencak silat.

 

"Meskipun organisasi pelajar Islam, kita tetap dituntut mengembangkan dan memperkenalkan budaya Indonesia ke khalayak umum," tambahnya.

 

 

Program lain yang direncanakan oleh Sherli ialah pemberdayaan kader, khususnya pelajar perempuan NU. “Hal ini bisa dilakukan dengan membuat program yang banyak diminati oleh pelajar perempuan,” pungkasnya.

 

Penulis: Rahmad Salam

Editor: A Habiburrahman


Editor:
F1 PWNU Jatim