Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Hadirkan Empat Tokoh, Pergunu Sidoarjo Bedah Buku Karya Kiai Asep

Hadirkan Empat Tokoh, Pergunu Sidoarjo Bedah Buku Karya Kiai Asep
PC Pergunu Sidoarjo bersama Ketua Umum Pergunu dalam sebuah acara. (Foto: NOJ/PSi)
PC Pergunu Sidoarjo bersama Ketua Umum Pergunu dalam sebuah acara. (Foto: NOJ/PSi)

Sidarjo, NU Online Jatim

KH Asep Saifuddin Chalim atau Kiai Asep selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) memiliki buku Membumikan Ahlussunnah wal Jamaah Pegangan Guru.

 

Keberadaan buku tersebut penting sebagai panduan kepada para guru yang berada di bawah Pergunu. Dan materi yang ada di dalamnya layak menjadi pegangan, serta disampaikan kepada peserta didik.

 

Karena itu Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Kabupaten Sidoarjo menggelar bedah buku tersebut dengan menghadirkan tiga narasumber. Acara dipusatkan di aula kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo dengan diikuti sejumlah guru dan pengurus NU setempat.

 

“Kegiatan ini dalam rangka menguatkan militansi keaswajaan kepada masyarakat khususnya jamaah dan jamiyah yakni Nahdlatul Ulama,” kata Abdul Mujib, Sabtu (26/9/2020).

 

Ketua PC Pergunu Sidoarjo tersebut menjelaskan bedah buku yang digelar untuk menguatkan keilmuan keaswajaan dan militansi sebagai warga NU khususnya bagi para guru.

 

Hadir sebagai narasumber adalah Rijal Mumazziq Z selaku Rektor Inaifas dengan tiga pembanding yaitu KH Sholeh Qosim selaku Katib PCNU Sidoarjo. Sedangkan pembanding kedua adalah H Maskun selaku Ketua PCNU Sidoarjo dan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Hj Anik Maslahah.

 

Dalam pandangan KH Sholeh Qosim, perlu sosialisasi sejumlah keputusan NU baik di tingkat pusat sampai cabang. Hal tersebut penting apalagi dapat menyentuh para pengajar yang tentu saja bisa menyampaikan kepada peserta didik.

 

“Kita perlu mengupdate dan mensolialisasikan keputusan NU sebagai jamiyah untuk mengupdate informasi dan keilmuan kader khususnya para guru,” katanya.

 

Ketua PCNU Sidoarjo memberikan dukungan dan masukan atas terbitnya buku Membumikan Aswaja yang diinisiasi PC Pergunu Sidoarjo. Namun demikian, perbaikan demi kesempurnaan buku mutlak diperlukan.

 

“Buku ini adalah prestasi sebagai tambahan literasi kepada warga NU. Kendati demikian ada beberapa catatan yang nantinya dapat ditambahkan sebagai penyermpurnaan buku supaya pembahasan lebih matang lagi. Karenanya nantinya hendaknya ada edisi revisi,” pesan H Maskun.

 

Anik Maslahah memberikan apresiasi atas terbitnya buku ini dan berharap para guru NU bisa mempunyai karya serupa untuk menguatkan dan memperjuangakan ajaran Ahlussunnah waljamaah An-Nahdliyyah.

 

Rijal Mumazziq Z sebagai pemantik dalam pemaparannya mengingatkan perlunya guru NU mendalami fikrah dan harakah jamiyah.

 

“Para guru NU harus mempunyai buku ini karena sangat bagus di mana di dalamnya diterangkan bagaimana landasan berpikir dalam NU,” katanya.

 

Rektor Inaifas, Kencong, Jember tersebut mengemukakan guru NU harus bisa memberikan contoh dan bisa menjawab dengan logis sejumlah persoalan kekinian.

 

Sadar dengan tantangan yang demikian nyata, maka Gus Rijal berharap semangat terus belajar melekat pada diri guru NU. Dengan demikian mereka tidak pernah kalah dari muridnya, termasuk dalam hal menggunakan media sebagai tuntutan zaman.

 

Bedah buku yang dilangsungkan di aula PCNU Sidoarjo ini dihadiri sejumlah kepala sekolah NU di Sidoarjo. Termasuk pengurus harian PCNU setempat dan ketua badan otonom, serta lembaga.

 

Karena masih dalam pandemi Corona, kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

 

Iklan Hari Santri