Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Hari Perempuan Internasional, Ini Kata Fatayat dan IPPNU Trenggalek

Hari Perempuan Internasional, Ini Kata Fatayat dan IPPNU Trenggalek
Perempuan NU mengikuti proses belajar. (Foto: NOJ/MK
Perempuan NU mengikuti proses belajar. (Foto: NOJ/MK

Trenggalek, NU Online Jatim

International Women’s Day atau Hari Perempuan Internasional diperingati di seluruh dunia pada Senin ini (8/3/2021). Ketua Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Trenggalek Nadhirotul Ulfa mengatakan, bagi organisasi keperempuanan di NU, momen tersebut seharusnya dijadikan semacam spirit untuk membangun kemandirian dan karakter diri yang kuat.

 

“Dimulai dari selalu berpikir kritis untuk memunculkan ide-ide yang inovatif dan kreatif. Apalagi di zaman millenial ini, di mana perkembangan manusia-manusia baru terhadap teknologi dan informasi sangat meningkat. Kita pun dituntut untuk relevan dengan itu,” kata Nadhirotul kepada NU Online Jatim.

 

Menurutnya, perempuan muda Fatayat NU harus mampu menatap masa depan dengan penuh optimistis. Di sisi lain, penguatan karakter harus tetap dilakukan untuk memperkokoh akidah ahlussunnah wal jamaah annahdliyah. “Saya rasa konsep penguatan karakter juga perlu ditingkatkan. Selain memperkokoh akidah Aswaja pada diri kita, kita juga akan sadar bahwa nasionalisme itu penting,” ujar Nadhirotul.

 

Fatayat NU Trenggalek sendiri, lanjut dia, telah melakukan berbagai usaha, sinergi, koordinasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menggali potensi perempuan-perempuan di kabupaten tersebut. “Seperti kolaborasi dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemnaker) saat melakukan pelatihan fotografi dan videografi untuk meningkatkan daya jual produk dari teman-teman Fatayat,” tandasnya.

 

Terpisah, Ketua PC Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Trenggalek Nur Bidayah mengatakan bahwa ia dan para kader IPPNU beruntung bisa menggembleng diri di lingkungan NU. Dengan demikian, para pelajar putri NU bisa menghadapi tantangan zaman tanpa menghilangkan karakter diri sebagai Muslimah dan generasi bangsa Indonesia.

 

Menurut Nur, dalam menghadapi tantangan zaman, perempuan harus berdaya dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki agar bermanfaat untuk keluarga, bangsa, dan agamanya, "IPPNU khususnya harus terus belajar meningkatkan kualitas dirinya, mampu mengikuti perkembangan zaman, tanpa meninggalkan akhlak luhur yang sudah diajarkan para kiai dan NU,” ujarnya.

 

Editor: Nur Faishal

Iklan promosi NU Online Jatim