Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Hari Perempuan Internasional, Kopri di Malang Adakan SIG

Hari Perempuan Internasional, Kopri di Malang Adakan SIG
Ketua Kopri Rayon "Kawah" Chondrodimuko Fakulatas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat di salah satu acara beberapa waktu lalu. (Foto: NOJ/ Moch Miftachur Rizki).
Ketua Kopri Rayon "Kawah" Chondrodimuko Fakulatas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat di salah satu acara beberapa waktu lalu. (Foto: NOJ/ Moch Miftachur Rizki).

Malang, NU Online Jatim

Memperingati Hari Perempuan Internasional, Pengurus Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Rayon "Kawah" Chondrodimuko Fakulatas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Sekolah Islam dan Gender (SIG). Kegiatan ini dilaksanakan di MA NU Mambaul Ulum Pakis Kabupaten Malang sejak Sabtu sampai Ahad (06-07/03/2021).

 

"SIG kali ini adalah bentuk tidak lantut dari Mapaba beberapa waktu yang lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan gender perspektif Islam kepada anggota baru. Agar para anggota ini bisa memaknai Islam secara kaffah. Karena sejatinya Islam itu adalah agama rahmatan lil alamin, Islam tidak mendiskriminasi, jenis kelamin satu dengan yang lainnya," kata Rinanda Aprilia Sari, Ketua Kopri Rayon "Kawah" Chondrodimuko.

 

Rina sapaan akrabnya menjelaskan, ada 6 materi yang disampaikan dalam  SIG kali ini. "Materinya ada 6. Pertama, Gender Perspektif Al qu'ran dan Hadist. Kedua, Fikih Perempuan. Ketiga, Gender Seks dan Seksualitas. Keempat, Konsep Gender dalam Islam. Kelima, Hukum Indoesia, dan keenam terakhir yakni Optimalisasi Peran Kopri," imbuh Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Semester 6 tersebut.

 

Gadis asal Malang tersebut juga memaparkan, penting memahami peran perempuan. Momentum Hari Perempuan Internasional semsetinya dijadikan momentum untuk mempelajari tentang perempuan supaya lebih paham. Sehingga diskriminasi terhadap perempuan semakin menurun bahkan tidak ada.

 

 

"Kami berharap seluruh angggota dapat memahami gender secara utuh. Kemudian sahabat-sahabat mampu melakukan perubahan dalam lingkup skala kecil dalam dirinya dalam menerapkan keadilan dan juga dalam skala besar dengan cara menyebarkan ilmu yang ada. Terakhir kami berharap di Hari Perempuan Internasional ini semoga perempuan menjadi semakin berani, berdikari, serta saling merangkul dan menyemangati. Tentunya semoga terhapus segala bentuk deskriminasi terutama untuk perempuan," pungkas Rina.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim