Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Harlah IPNU-IPPNU di Jember Dimeriahkan dengan Pagelaran Wayang Klotek

Harlah IPNU-IPPNU di Jember Dimeriahkan dengan Pagelaran Wayang Klotek
Pagelaran Wayang Klotek dalam rangka Harlah IPNU-IPPNU di Jember. (Foto: NOJ/ Mohammad Haris).
Pagelaran Wayang Klotek dalam rangka Harlah IPNU-IPPNU di Jember. (Foto: NOJ/ Mohammad Haris).

Jember, NU Online Jatim

Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Pontang 1 dan pontang 2 Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember menggelar Shalawatan dan pagelaran wayang klotek serta Rapat Kerja (Raker) II. Sejumlah kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hri, Ssabtu-Ahad (06-07/03/2021).

 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Lahir (Harlah) IPNU ke-67, IPPNU ke-66 serta Desa Pontang ke-103. Panitia melaksanakan kegiatan ini dengan mengambil 'pelajar Cinta Budaya Untuk Peradaban Bangsa'.

 

Kegiatan yang bertempat di balai Desa Pontang ini dihadiri oleh Pengurus Ranting NU Pontang, Muslimat dan PAC IPNU-IPPU Ambulu. Hadir pula perangkat Desa Pontang serta anggota shalawat se-Kecamatan Ambulu dan seluruh pengurus anggota PR IPNU-IPPNU Pontang 1 dan Pontang 2.

 

Muhammad Fikri Al firdau, memgatakan, selain untuk memperingati Harlah IPNU-IPPNU dan Desa Pontang, kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya serta menumbuhkan kecintaan para pelajar terhadap NU dan budaya bangsa. "Budaya tradisional Indonesia harus dijaga karena itu sebagai peradaban bagsa," jelasnya.

 

Ketua Ranting IPNU Pontang 2 tersebut mengungkapkan, hari ini banyak para pelajar atau remaja yang mulai kurang tertarik dan melupakan terhadap budaya tradisional. Sehingga IPNU-IPPNU harus menjadi wadah untuk menjunjung, menjaga dan mengenalkan budaya tradisional kepada pelajar atau remaja.

 

"Kita harus kenalkan kepada mereka tentang seni dan budaya tradisional. Karena saat ini banyak pelajar atau remaja yang sudah tidak tertarik lagi terhadap seni budaya tradisional," ungkapnya.

 

Sementara Moh Qitmirul Aziz, Ketua PR IPNU Pontang 1 berpesan kepada kader IPNU-IPPNU Pontang serta masyarakat desa disana untuk tidak lupa terhadap budaya leluhurnya. "Kita tidak tidak boleh lupa dengan budaya leluhur kita yakni wayang. Dan sudah kita  ketahui bahwa generasi muda yang ada di Desa Pontang khususnya pelajar NU itu mempunyai kreatifitas, baik skil kebudayaan maupun skil keagamaan," jelasnya.

 

 

Dirinya berharap kader-kader NU bisa berproses dengan baik dalam mengembangkan bakat minatnya di organisasi IPNU-IPPNU tanpa keraguan. "Karena sejatinya di organisasi IPNU-IPPNU bukan hanya mendalami ilmu agama saja, tetapi juga ilmu terkait pengembangan bakat minat rekan dan rekanita semua," pungkasnya.

 

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim