Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Hindari Paham Radikal sejak Dini, Pelajar NU Tulungagung Rutin Ngaji Aswaja

Hindari Paham Radikal sejak Dini, Pelajar NU Tulungagung Rutin Ngaji Aswaja
KH Bagus Ahmadi, Khatib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulungagung saat menjadi pemateri ngaji kitab Risalah Ahlissunah wal Jamaah. (Foto: NOJ/ Puspita Hanum).
KH Bagus Ahmadi, Khatib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulungagung saat menjadi pemateri ngaji kitab Risalah Ahlissunah wal Jamaah. (Foto: NOJ/ Puspita Hanum).

Tulungagung, NU Online Jatim

Mempelajari kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya Kiai Hasyim Asy’ari menjadi semakin penting untuk bekal pelajar menghindari kelompok radikal. Hal tersebut yang menjadi latar belakang Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Tulungagung membuat program Ngaji Aswaja.

 

"Dulu, ada beberapa kader IPNU-IPPNU di Kabupaten Tulungagung yang sempat diajak gabung oleh kelompok yang membid’ahkan tahlil. Selain itu, banyak juga kader yang menerima hujatan saat mengadakan ziarah kubur dan diba'. Tapi para kader tersebut hanya diam karena belum memiliki wawasan yang cukup untuk menjawab tuduhan tersebut," jelas Arin Aisyah, pelaksana program Ngaji Aswaja, Kamis (03/12/2020).

 

Program yang rutin diadakan setiap hari Jum'at pukul 19.00 WIB ini menghadirkan KH Bagus Ahmadi, Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulungagung sebagai pemateri mengaji kitab Risalah Ahlissunah wal Jamaah. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid An Nahdliyah Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

 

Setiap pelaksanaan, program Ngaji Aswaja selalu dihadiri oleh puluhan kader dari berbagai desa di Kabupaten Tulungagung. Sedangkan untuk kader IPNU-IPPNU maupun masyarakat yang tidak bisa hadir di lokasi, tetap bisa mengikuti Ngaji Aswaja secara langsung melalui media sosial milik PC IPNU-IPPNU Kabupaten Tulungagung.

 

"Tidak hanya ngaji kitab. Dalam kegiatan rutin biasanya diadakan diskusi untuk menguatkan materi," kata Arin.

 

Ia mengaku bahwa berbagai teknik dilakukan untuk menyampaikan isi dari kitab yang dikaji. Hal ini bertujuan agar materi dalam kitab tersebut bisa dipahami sehingga bisa semakin kuat dalam mengamalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Selain itu, saat ada kelompok yang menentang amaliyah Nahdlatul Ulama (NU), para kader bisa menjawab dan meluruskan.

 

 

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Kabupaten Tulungagung, Indah Khoirun Nada mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan program Ngaji Aswaja. Ia berharap, Ngaji Aswaja bisa terus dilaksanakan pada periode berikutnya.

 

"Dengan mempelajari kitab Ahlissunnah wal Jamah, diharapkan pelajar NU mampu menjadi ujung tombak NU dalam melawan radikalisme sejak dini," harap Indah.

 

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah