Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Hujan Guyur Ponorogo, LPBINU dan Banser Evakuasi Warga

Hujan Guyur Ponorogo, LPBINU dan Banser Evakuasi Warga
Personil LPBINU dan Banser Ponorogo mengevakuasi korban banjir. (Foto: NOJ/Zen M)
Personil LPBINU dan Banser Ponorogo mengevakuasi korban banjir. (Foto: NOJ/Zen M)

Ponorogo, NU Online Jatim

Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo semenjak Selasa (16/02/2021) sore, membuat aliran sungai meluap. Hal tersebut menyebabkan tujuh titik di Kota Reog terendam banjir.

 

Kondisi tersebut kembali menggerakkan kader Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) dan personel Barisan Ansor Serbaguna atau Banser Ponorogo memberikan bantuan kemanusiaan.

 

Dari pantauan NU Online Jatim di lokasi banjir yakni kawasan Mayak, Kelurahan Tonatan terlihat beberapa personel tengah siaga. Mereka juga dari unsur TNI/Polri, dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo. Mereka dilengkapi dengan pelampung dan perahu karet untuk mengevakuasi warga.

 

“Kami juga siaga bersama alat komunikasi yang terus berbunyi pertanda ada permintaan evakuasi. Kami bergegas menuju lokasi evakuasi,” kata Novi Tri Hartanto.

 

Rupanya luapan air yang terus berlangsung tanpa surut menyebabkan air masuk kedalam rumah salah seorang warga dan menyebabkan harus dievakuasi.

 

Setelah melakukan evakuasi, para personel Banser dan LPBI masih terus siaga karena luapan sungai masih terus deras. “Kami terus menunggu hingga air surut,” terang Ketua PC LPBI-NU Ponorogo tersebut.

 

Dijelaskannya bahwa dalam rangka siaga, pihaknya menerjunkan 25 personel dari LPBI dan Banser dengan perlengkapan yang memadai. Semua siaga di tujuh titik luapan air sungai  dari arah timur.

 

"Ada di Sarpon, Purbosuman, Paju, dan lainnya," katanya.

 

Novi mengungkap hujan yang dimulai sekitar pukul 17:00 WIB hingga pukul 22:30 WIB, berintensitas curah hujan tinggi. Selain banjir arus lalu lintas dari arah Kecamatan Jenangan terpaksa dialihkan. "Diarahkan ke jalan yang tidak dilalui luapan air," terangnya.

 

Sementara itu, Nur Kholisani selaku Kepala Satuan Koordinator Rayon (Kasat Koryon) Pimpinan Anak Cabang  (PAC) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jenangan melaporkan hal yang sama. Bahwa dirinya bersama anggota dan Satkoryon lain serta relawan menjelaskan hujan semenjak sore hari membuat sebagian wilayah Kota Ponorogo terendam banjir. Banjir yang lumayan tinggi itu menyebabkan arus lalu lintas dari arah Kecamatan Jenangan menuju Kota Ponorogo dialihkan.

 

"Tepat di jalan Niken Gandini setelah tikungan Borang, sudah terendam. Kami siagakan personel Banser bersama aparat setempat serta relawan, untuk berjaga-jaga dan mengarahkan pengguna jalan yang lewat untuk menghindari banjir," jelasnya.

 

Atas aksi nyata kemanusiaan ini, Efendi salah seorang warga Tonatan mengucapkan terima kasih atas kesigapan LPBI-NU dan Banser. Karena dengan sigap tanpa diminta segera bergegas menuju lokasi banjir dan membantu warga.

 

"Kalau ada bencana langsung cepat ditanggapi dan membantu masyarakat," katanya.

 

Hingga berita ini ditulis, aliran sungai sudah mulai surut dan warga yang dievakuasi pun sudah bisa kembali lagi ke rumah.

 

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim