Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Humor Gus Dur Dicetak di Jerman: Ini Serius Bukan Humor

Humor Gus Dur Dicetak di Jerman: Ini Serius Bukan Humor
Ilustrasi: MJ Pro
Ilustrasi: MJ Pro

Seorang kiai bertetangga dengan pendeta. Kiai memiliki mobil, sementara pendeta memiliki sepeda motor. Suatu hari, ketika hujan, pendeta meminjam mobil kiai. Karena hujan, mobil penuh kotoran. Maka pendeta menyuci dulu mobil sebelum dikembalikan. Beberapa hari kemudian, kiai mendapatkan undangan ceramah ke satu rumah penduduk di gang sempit, tidak dapat diakses dengan mobil. Kiai meminjam motor pendeta. Setelah pulang, sebelum mengembalikan motor, kiai mengambil gergaji besi dan menggergaji knalpot motor. Pendeta heran bertanya, “Diapakan motor saya?” Dengan enteng kiai menjawab, "Anda telah membaptis mobil saya sebelum Anda mengembalikannya. Jadi sekarang saya menyunat motor Anda."


Entah itu lucu atau tidak. Tapi cerita itu ada dalam buku kumpulan humor Gus berbahasa Jerman berjudul Lachen mit Gus Dur: Islamischer Humor aus Indonesien (Penerbit: Abera Verlag; Edisi pertama, Juni 2005).

 

Menurut penyunting buku itu, Arndt Graf dan Johanna Pangestian-Harahap, cerita di atas itu lucu sekali. Tahun 2010, buku itu baru diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berjudul Tertawa Bersama Gus Dur: Humornya Kiai Indonesia.

 

Graf sendiri yang sangat bersemangat menerbitkan kumpulan humor Gus Dur adalah seorang profesor di Asia-Afrika Institute dari University of Hamburg. Ia menerbitkan buku kumpulan humor Gus Dur itu untuk orang Jerman. "Buku ini dijual tidak hanya di Jerman, tetapi terutama di Indonesia untuk wisatawan Jerman," kata Graf.

 

Jadi cerita-cerita lucu Gus Dur ternyata bisa membuat tertawa orang Jerman, paling tidak menurut Profesor Graf.

 

Pewarta: A Khoirul Anam

Iklan Hari Santri