Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ibadah yang Dianjurkan saat Hari Jumat bagi Perempuan

Ibadah yang Dianjurkan saat Hari Jumat bagi Perempuan
Beberapa ibadah dianjurkan dilakukan perempuan saat hari Jumat. (Foto: NOJ/BS)
Beberapa ibadah dianjurkan dilakukan perempuan saat hari Jumat. (Foto: NOJ/BS)

Jumat disebut sebagai hari istimewa. Keutamaan hari Jumat berkaitan erat dengan aktivitas tertentu yang secara khusus dianjurkan untuk dilakukan di hari tersebut. Dan sebagian beranggapan bahwa keutamaan hari Jumat adalah hal yang dikhususkan untuk kaum lelaki. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan shalat Jumat identik dengan kaum lelaki sehingga bagi perempuan tidak mempunyai keutamaan apa pun di hari mulia itu.   

 

Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, sebab ada beberapa aktivitas/amaliah utama di hari Jumat yang juga dapat dilakukan oleh perempuan. Bahkan sebagian besar amaliah utama di hari Jumat tidak terkhusus bagi kaum lelaki.

 

Apa saja ibadah yang disarankan kepada perempuan saat hari Jumat?

 

1. Mandi Jumat

Mandi Jumat merupakan amaliah sunnah yang khusus dilakukan pada hari Jumat. Kesunnahan ini berlaku umum bagi siapa pun yang menghadiri ibadah shalat Jumat. Hal ini sebagaimana hadits riwayat Ibnu Hibban dari Ibnu Umar:

 

  من أتى الجمعة من الرجال والنساء فليغتسل  

 

Artinya: Barangsiapa yang mendatangi shalat Jumat baik laki-laki maupun perempuan maka hendaklah mandi.  

 

Seorang perempuan dalam konteks ini juga mendapatkan kesunnahan mandi Jumat apabila turut serta melaksanakan ibadah Jumat. Ketentuan hukum ini menjadi berbeda bila ia memilih shalat Dhuhur di rumah, maka tidak lagi disunnahkan.   

 

Syaekh Muhammad Nawawi Al-Bantani menyatakan:

 

   وأما آداب الجمعة فكثيرة منها أنه (سن لمريدها) أي لمن أراد حضور الجمعة (غسل) وإن لم تجب عليه بل وإن حرم عليه الحضور كامرأة بغير إذن حليلها على المعتمد  

 

Artinya: Sedangkan etika dalam shalat Jumat itu banyak, salah satunya adalah disunnahkan bagi orang yang menghendaki untuk mendatangi shalat Jumat untuk mandi. Walaupun shalat Jumat tidak diwajibkan baginya, bahkan walaupun haram baginya untuk mendatangi shalat Jumat seperti perempuan yang tidak mendapatkan izin dari suaminya menurut pendapat mu’tamad (kuat). (Syekh Nawawi al-Bantani, Nihayah az-Zain, hal.142, al-Haramain)  

 

2. Perbanyak Shalawat

Memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu dari amaliah yang dapat dilaksanakan pada hari Jumat bagi perempuan. Hal ini sesuai hadits:

 

  أكثروا الصلاة علي ليلة الجمعة ويم الجمعة فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشرا ـ رواه البيهقي بإسناد جيد  

 

Artinya: Perbanyaklah shalawat kepadaku pada mal Jumat dan hari Jumat, barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali. (HR Al-Imam Al-Baihaqi dengan sanad yang baik)  

 

Bahkan Syekh Zainuddin Abdul Aziz al-Malibariy menyatakan bahwa memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada hari Jumat lebih utama daripada memperbanyak berdzikir dan membaca al-Qur’an yang tidak ada keterangan khusus dari Nabi Muhammad SAW.  

 

  وإكثار صلاة على النبي صلى الله عليه وسلم (يومها وليلتها) للأخبار الصحيحة الأمرة بذلك فالإكثار منها أفضل من إكثار ذكر وقرأن لم يرد بخصوصه  

 

Artinya: Dan disunnahkan memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad pada hari Jumat dan malamnya karena adanya beberapa hadits shahih yang memerintah hal itu. Maka memperbanyak bershalawat kepada beliau lebih utama daripada memperbanyak berdzikir dan membaca Al-Qur’an yang tidak ada keterangan khusus dari Nabi Muhammad. (Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibariy, Fathul Mu’in beserta Hasyiyah I’anah At-Thalibin, juz 2, hal. 103 Dar Al-Fikr)  

 

3. Membaca Surat al-Kahfi   

Hal ini sesuai hadits yang diriwayatkan al-Hakim:

 

  من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين  

 

Artinya: Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat maka akan ada cahaya yang menyinarinya di antara dua Jumat.   

 

Juga hadits yang diriwayatkan ad-Darimi:

 

   من قرأ سورة الكهف ليلة الجمعة أضاء له من النور ما بينه وبين البيت العتيق   

 

Artinya: Barangsiapa yang membaca Surat al-Kahfi pada malam Jumat maka akan ada cahaya yang menyinarinya di antara dia dan al-Bait al-Atiq (Ka’bah).  

 

4. Memperbanyak Doa  

Bagi siapa pun, laki-laki dan perempuan disunnahkan untuk memperbanyak berdoa di hari Jumat. Harapannya adalah doa yang dipanjatkan bertepatan dengan waktu ijabah (terkabulnya doa) yang dirahasiakan Allah di satu kali 24 jam hari Jumat.

Syaikh Jalaluddin Al-Mahalli berkata:

 

   ـ (ويكثر الدعاء) يومها رجاء أن يصادف ساعة الإجابة  

 

Artinya: Dan sunnah memperbanyak berdoa pada hari Jumat karena berharap bertepatan dengan waktu ijabah. (Jalaludin Muhammad bin Ahmad Al-Mahalli, Syarah Minhaj At-Thalibin, juz 1, hal. 334, al-Hidayah)  

 

Syekh Sayyid Al-habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad sebagaimana dikutip Syekh Abu Bakr bin Syatha berkata:

 

  وفي هذا اليوم ساعة شريفة يستجاب فيها الدعاء مطلقا وهي مبهمة في جميع اليوم كما قاله الإمام الغزالي وغيره.   

 

Artinya: Pada hari ini (Jumat) ada waktu yang mulia yang mana doa akan dikabulkan secara mutlak dan waktu tersebut disamarkan pada keseluruhan hari itu seperti halnya yang diungkapkan oleh Al-Imam Al-Ghazali dan selainnya. (Al-Alamah Abi Bakr bin Al-Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyati, Hasyiyah I’anah at-Thalibin, juz.2, hal. 63, Dar al-Fikr).  

 

5. Membaca Surat Yasin  

Keutamaan membaca Surat Yasin berlandaskan hadits riwayat Abu Daud:

 

   من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله  

 

Artinya: Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya. (HR Abu Daud dari al-Habr).  

 

Al-Manawi menegaskan bahwa hadits ini tergolong hadits yang sanadnya terputus. Dengan demikian hadits tersebut berstatus lemah. Meski demikian, hadits tersebut tetap bisa diamalkan sebab berkaitan dengan keutamaan amal (fadlail al-a’mal).  

 

6. Memperbanyak Kebajikan  

Salah satu keutamaan hari Jumat adalah dilipatgandakannya pahala kebaikan sepuluh kali lipat dari pada hari yang lain. Keutamaan ini tidak terkhusus untuk laki-laki, namun berlaku juga bagi perempuan.  

Syekh Abu Bakr bin Syatha berkata:

 

   ـ (قوله: وسن إكثار فعل الخير فيهما) أي في يوم الجمعة وليلتها، لما أخرجه ابن زنجوية عن ابن المسيب بن رافع قال من عمل خيرا في يوم الجمعة ضعف له بعشرة أضعاف في سائر الأيام، ومن عمل شرا فمثل ذلك اه. إرشاد العباد. ويقاس باليوم: الليلة، إذ لا فرق.  

 

Artinya: Ucapan Syekh Zainuddin; dan sunnah memperbanyak kebaikan di malam dan hari Jumat; karena riwayat Ibnu Zanjawiyah dari Ibn al-Musayyab bin Rafi’, beliau berkata: Barangsiapa yang berbuat kebaikan pada hari Jumat maka akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat dari hari yang lain, dan barangsiapa berbuat kejelekan maka juga demikian (dilipatgandakan dosanya sepuluh kali lipat). Dan disamakan hari, yaitu malam, sebab tidak ada perbedaan sama sekali. (Syaikh Abi Bakr bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyati, Hasyiyah I’anah At-Thalibin, juz 2, hal. 104, Dar al-Fikr).  

 

Beberapa aktivitas utama di atas sebagaimana dianjurkan untuk laki-laki, juga berlaku untuk perempuan. Sebab redaksi yang disebutkan dalam hadits bersifat umum (man), bisa mencakup laki-laki dan perempuan, di dalam kajian ushul fiqh disebut dengan lafazh al-‘am.  

 

Demikianlah penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab

 

 

Iklan promosi NU Online Jatim