Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ibu Dua Anak Ini Wisudawan Terbaik Umaha Sidoarjo

Ibu Dua Anak Ini Wisudawan Terbaik Umaha Sidoarjo
Indri Puji Lestari (tengah). (Foto: NOJ/ Rahmad Salam).
Indri Puji Lestari (tengah). (Foto: NOJ/ Rahmad Salam).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Menjadi ibu rumah tangga bagi sebagian emak-emak tidak penting mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Apalagi sudah memiliki dua orang anak. Selain sibuk mengurus rumah tangga juga repot merawat anak. Belum lagi harus bekerja membantu suami untuk memenuhi kebutuhan hidup.

 

Semua pola pikir tersebut dipatahkan dengan pembuktian oleh Indri Puji Lestari. Perempuan yang sudah memiliki dua orang anak ini berstatus ibu rumah tangga.

 

Tetapi berhasil menyelesaikan pendidikan strata satunya di Fakultas Hukum Universitas Ma’arif Hasyim Latief (Umaha) Sidoarjo. Ia dinyatakan lulus dan mengikuti wisuda XIX Umaha, Sabtu (31/07/2021) lalu.

 

Bukan sekedar mampu menyandang status sebagai sarjana hukum. Indri bahkan diumumkan sebagai mahasiswa lulusan terbaik dalam wisuda Umaha Sidoarjo yang digelar secara virtual. Ia menjadi yang terbaik di antara teman-temannya dengan raihan IPK 3,72.

 

Ia menegaskan bahwa dirinya memang ibu rumah tangga yang kesehariannya juga fokus dunia usaha.

 

"Saya kerja, ibu rumah tangga dan miliki dua anak sekaligus menjadi owner olshop mira_collection," katanya.

 

Ia menceritakan, dirinya meneruskan pendidikan karena seperti tuntutan batin untuk sekolah lebih tinggi. Sehingga suami mendukung penuh dalam tugas atau kegiatan kampus serta saling pemahami.

 

"Ya kalau saya ada tugas atau kegiatan kampus suami yang nangani anak. Terus (suami) sering antar ke kampus, sama anak-anak juga waktu saya kuliah," paparnya.

 

Perempuan kelahiran Jombang tersebut menjelaskan, supaya tujuannya kuliah tercapai dengan maka mindset perlu dirubah terlebih dahulu. Selain itu, harus konsisten dan rajin dalam mengerjakan tugas-tugas kampus.

 

"Kalau yang lain punya 100 persen niat kuliah, saya harus punya 1000 persen niat," imbuhnya.

 

Ia juga membeberkan, selama masa kuliah perlu memprioritaskan tugas yang harus segera diselesaikan karena deadline pengumpulan. Selain itu, mahasiswa harus pandai menilai sifat dosen. Supaya paham tipikal dosen yang menilai mengutamakan kehadiran, maupun yang memprioritaskan pengerjaan tugas mahasiswa.

 

Ia mengungkapkan, apabila waktunya ujian perkuliahan maka harus mempersiapkan kisi-kisi materi yang akan diujikan. Tetapi tidak harus menjadi acuan, melainkan lebih baik memahami setiap materi dijelaskan dosen pada waktu mata kuliah berlangsung. "Paling penting adalah pahami  materi bukan dihafal," ungkapnya.

 

 

Indri mengaku bangga memperoleh hasil yang telah diperjuangkan saat prosesi pendidikan di kampus Umaha. "Bangga sih pada diri sendiri. Bangga tapi levelnya tidak berlebihan," tegasnya.

 

Penulis: Rahmad Salam

Editor: Romza


Editor:
F1 PWNU Jatim