Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

IKA PMII Pasuruan Gelar Sholat Gaib dan Diskusi Obituari 7 Hari KH Enceng Sobirin

IKA PMII Pasuruan Gelar Sholat Gaib dan Diskusi Obituari 7 Hari KH Enceng Sobirin
Peringatan 7 hari KH Enceng Sobirin
Peringatan 7 hari KH Enceng Sobirin

Pasuruan, NU Online Jatim

Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pasuruan Raya menggelar peringatan 7 hari kepergian tokoh kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) KH Enceng Sobirin Najdmudin. 

 

Acara yang dikemas dalam tiga agenda itu dimulai dengan penyampaian obituari almarhum, shalat gaib, serta pembacaan yasin dan tahlil. Bertempat di Panembahan STAPA Bangil pada rabu malam (25/11/2020), sejumlah aktivis dan alumni PMII Pasuruan melangitkan doa yang dikhususkan untuk almarhum yang selama hidupnya dikenal sebagai teladan dalam perjuangan di NU.

 

Waladi Imaduddin yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan obituari almarhum menjelaskan secara detail bagaimana kerja-kerja perjuangan aktivis Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) itu dalam melahirkan Kaderisasi Penggerak NU. 

 

"Hampir 10 tahun terakhir tanpa henti almarhum berkeliling menggerakan kaderisasi yang sudah lama terhenti. Beliau bersama Kiai Adnan dan Kiai Mun'im mendapatkan wasiat dan perintah langsung dari Rois Am KH Sahal Mahfudz untuk menghidupkan kaderisasi NU," kata Waladi. 

 

Sang ideolog adalah kata yang pas melihat perjuangan almarhum selama ini. Menurut Waladi Imaduddin, banyak kader militan dan muharrik yang sukses dilahirkan oleh tokoh sederhana KH Enceng Sobirin baik itu di dari Ansor maupun dalam Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Kesan lain dari almarhum menurutnya adalah sifat kesederhanaannya yang patut menjadi teladan bagi seluruh kader NU. 

 

"Kita yang pernah mendapatkan didikan beliau dalam kaderisasi semuanya menyaksikan bagaimana kesederhanaan beliau dalam hidup, sikap dan berpenampilan, bahkan kopyah hitam yang dipakai hingga berubah kekuningan," ujarnya. 

 

Namun yang menarik adalah kisah dibalik kopyah hitam almarhum yang menemaninya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Menurut alumni PMII yang kini berkhidmah sebagai ketua Direktorat Kaderisasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan itu menyimpan satu kisah tersendiri. 

 

"Saya terakhir bertemu almarhum pada awal September lalu di Panembahan Jolotundo. Beliau menuturkan bahwa kopyah tersebut adalah milik KH Sahal Mahfudz dan diberikan ketika dirinya mendapatkan amanah kaderisasi," jelasnya. 

 

Acara kemudian berlanjut dengan shalat gaib dan pembacaan yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Gus H Abdul Hamid Mujib. Tokoh Jatman Pasuruan itu juga memberikan beberapa pandangan dan obituari tentang KH Enceng Sobirin Najdmudin. 

 

"Saya memandang bahwa kaderisasi yang dilahirkan oleh Kiai Enceng harus tetap kita lanjutkan sebagai cara untuk tetap menjaga cara dakwah kiai-kiai yang sudah ratusan tahun berjuang di Nusantara dan kini dilanjutkan oleh Nahdatul Ulama. Mari kita bangga sebagai kader NU dengan cara dakwah kiai," pungkasnya.

 

 

Editor: Risma Savhira

Iklan promosi NU Online Jatim