Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ini Lima Program Unggulan RMINU Sumenep

Ini Lima Program Unggulan RMINU Sumenep
Pengurus RMINU Sumenep saat melaksanakan Rapat Kerja. (Foto: NOJ/ Habib).
Pengurus RMINU Sumenep saat melaksanakan Rapat Kerja. (Foto: NOJ/ Habib).

Sumenep, NU Online Jatim

Rapat Kerja Lembaga Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep usai digelar, Sabtu (12/12/2020). Lembaga Nahdlatul Ulama yang bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan ini menghasilkan beberapa program kerja yang akan dilakukan dalam satu masa khidmah.

 

K Ubaidillah Tsabit menuturkan, bahwa program yang dirumuskan lebih banyak memposisikan RMINU Sumenep untuk menjadi fasilitator bagi pesantren dalam menjalankan programnya, serta memberikan dukungan kepada pesantren di lingkungan NU. Sehingga keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya dan semakin banyak pesantren yang bergabung dan terlibat di dalamnya.

 

"Kami juga sangat butuh masukan dari para masyayikh tentang konsep program silaturrahim yang pas diantara pondok pesantren. Sehingga bisa benar-benar dapat dirasakan manfaatnya," ujar Ketua Lembaga RMI NU Sumenep ini.

 

Senada dengan hal itu, K Zamzami Sabiq menyebutkan, keberadaan RMINU memang diharapkan berfungsi sebagai katalisator, dinamisator, dan fasilitator bagi pondok pesantren menuju tradisi mandiri dalam orientasi menggali solusi-solusi kreatif untuk negeri.

 

Atas dasar itu, RMINU berpijak pada upaya pengembangan kapasitas lembaga, penyiapan kader-kader bangsa yang bermutu, dan pengembangan masyarakat.  "Harapan-harapan itulah yang coba dirumuskan dalam program yang dibahas saat Rapat Kerja," ungkapnya.

 

Sekretaris RMINU PCNU Sumenep ini juga menjabarkan, diantara program kerja yang telah dirumuskan tersebut terdapat beberapa program unggulan. Setidaknya ada lima program unggulan yang direncanakan.

 

Diantaranya forum silaturahim pondok pesantren, penguatan pesantren dengan membentuk konselor santri dan lembaga bimbingan konseling pesantren, pengembangan kewirausahaan untuk kemandirian pesantren.

 

"Selain itu, kami juga merancang pengembangan go-green pesantren berwawasan lingkungan dan penyusunan buku panduan Aswaja An-Nahdliyah untuk standar pegangan pesantren," jelas lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.

 

 

Pengasuh Pondok Pesantren Nasyrul Ulum, Aengdake, Kecamatan Bluto, Sumenep ini menambahkan, bahwa setiap pesantren memiliki karakteristik tersendiri walau unsur-unsurnya sama.

 

"Keragaman karakteristik ini merupakan kekuatan dan sekaligus keunikan yang diharapkan bisa saling bersinergi untuk kemajuan pesantren dan jam'iyah Nahdlatul Ulama," pungkasnya.

 

Editor: Romza

Iklan promosi NU Online Jatim