Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Ini Wirid Bupati Lumajang saat Menghadapi Masalah

Ini Wirid Bupati Lumajang saat Menghadapi Masalah
H Thoriqul Haq saat memberikan kesaksian sebagai alumni Pesantren Denanyar. (Foto: NOJ/Rohmadi)
H Thoriqul Haq saat memberikan kesaksian sebagai alumni Pesantren Denanyar. (Foto: NOJ/Rohmadi)

Jombang, NU Online Jatim

Dalam hidup, setiap orang pasti memiliki masalah. Ada kalanya bisa menghadapi dengan sabar dan suskses, namun tidak jarang justru larut dengan problematika yang ada.

 

Cara berbeda dilakukan Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq saat ditempa masalah besar. Pengalaman tersebut disampaikannya saat menghadiri haul ke-42 KH Bisri Syansuri dan hari lahir ke-106 Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Denanyar, Jombang, pada Jumat (12/02/2021) malam.

 

"Sebagai santri Denanyar, wiridan andalan saya yaitu ya hayyu ya qayyum, la ilaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadzalimin," kata alumnus tahun 1993 tersebut.

 

Menurutnya, wiridan tersebut didapatkannya saat belajar di Pesantren Denanyar dan hingga saat ini masih terus diamalkan setiap saat. Beberapa hal luar biasa dan tidak terkira terjadi ketika mengamalkan wiridan yang ada.

 

Ia menceritakan bahwa saat mondok di Denanyar, sering ditugasi sebagai bagian adzan dan pujian. Thoriq dikenal memiliki suara bagus.

 

"Saat itu saya bagian adzan sebelum Magrib dan baca ya hayyu ya qayyum. Saya merasa wiridan ini bukan hanya sekadar wiridan biasa. Hingga saat ini saya megang wiridan dalam keadaan apapun," imbuhnya.

 

Thoriq mengatakan ikatan keluarganya dengan pesantren yang didirikan oleh KH Bisri Syansuri ini sangat kuat. Hal itu pula yang mendorong ia untuk mengabdi di Nahdlatul Ulama. Hal tersebut sesuai dengan wasiat KH Bisri Syansuri yang meminta santrinya aktif di jamiyah.

 

Ia juga merasa mendapat banyak keberuntungan sebagai alumni Denanyar. Berkat menyandang status alumni ini juga yang mengantarkan menjadi Bupati Lumajang sejak 2015 lalu.

 

"Saya bersyukur jadi santri Denanyar," katanya.

 

Bahkan keluarganya juga alumni pesantren ini. Kakak pertamanya alumni Denanyar dan suaminya pun alumni Denanyar. Kakak kedua pun alumni Denanyar. Dan dirinya sendiri alumni Denanyar, termasuk sang istri.

 

"Loh, kurang apa coba. Termasuk jadi bupati ini ya di antaranya karena barokahe jadi santri Denanyar. Begitu ditetapkan oleh PKB menjadi calon bupati, barisan tim sukses paling depan itu ya para alumni Denanyar," ungkap dia.

 

Di Denanyar, Thoriq belajar tafsir Al-Qur’an, nahwu-sharaf, tajwid dan ilmu agama lain. Di antara kitab yang dipelajarinya yaitu kitab Tafsir Jalalain kepada almarhum Kiai Faruq.

 

"Kiai Faruq itu kalau mengajar lengkap. Ada catatan pinggir khusus khasiat. Salah satunya fadilah baca waidza batastum batastum jabbarin. Jika digunakan memukul orang, bisa terlempar sepuluh meter," tandasnya.

 

Penulis: Rohmadi

F1 Promosi Iklan