Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Innalillahi, KH Yamin Muallim Lamongan Wafat

Innalillahi, KH Yamin Muallim Lamongan Wafat
Almarhum KH Yamin Muallim. (Foto: NOJ/ad)
Almarhum KH Yamin Muallim. (Foto: NOJ/ad)

Lamongan, NU Online Jatim

Mautul alim, mautun alam. Bahwa wafatnya mereka yang memiliki kedalaman ilmu dan keluhuran budi sebagai pertanda matinya alam semesta. 


Hari ini, Rabu (16/12/2020), KH Yamin Muallim dipanggil Sang Khalik,  innalillahi wainna ilaihi rajiun.


Kiai yang masyhur dengan panggilan Kiai Yamin merupakan pengasuh dari Pondok Pesantren Al Barakah, Ngetrep, Gilang, Babat, Lamongan.

 

Dalam jejak hidupnya, kiai yang dikenal sebagai ahli retorika tersebut merupakan pendakwah nasional yang namanya dikenal masyarakat. Tak hanya itu, sosok kiai kharismatik ini memiliki kedalaman ilmu dan perbendaharaan sosial-geografis sehingga setiap untaian kata yang terucap mengalir dengan memesona dan syahdu di telinga para jamaah.


Hingga dipanggil Sang Khalik, ribuan orang berbondong-bondong mengaji di pondok pesantren yang diasuh almarhum. Ketenaran Kiai Yamin dalam berdakwah juga mencakup wilayah pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, hingga Papua.


Dalam menghadapi hidup, Kiai Yamin dikenal sebagai sosok yang sederhana dalam berperilaku dan selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah. Sifat qanaah Kiai Yamin tertuang dalam kisah yang masih terngiang di benak para santri dan jamaah. Almarhum yang pada saat itu belum memiliki mobil tersebut memaparkan bahwa kepemilikan abadi tidak pernah ada di dunia.

 

“Saya bersyukur setiap hari bisa ganti mobil meski itu bukan milik saya. Karena hakikatnya, tidak ada kepemilikan abadi di dunia ini, kita sebenarnya cuma bergantian menggunakan fasilitas dunia,” kata Kiai Yamin.

 

Dalam lain kesempatan, kiai yang dikenal tawadlu tersebut juga mengungkapkan bahwa semua harta adalah titipan Sang Kuasa.

 

“Saya bersyukur bisa punya rumah dan diamanahi pondok ini. Hakikatnya semua adalah milik Allah,” tuturnya.

Iklan promosi NU Online Jatim