Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Innalillahi, Pegiat NU di Malang, Muhammad Romdlon Wafat

Innalillahi, Pegiat NU di Malang, Muhammad Romdlon Wafat
Almarhum, Muhammad Romdlon. (Foto: NOJ/Istimewa)
Almarhum, Muhammad Romdlon. (Foto: NOJ/Istimewa)

Malang, NU Online Jatim

Berita duka kembali melingkupi Nahdlatul Ulama. Salah seorang kader terbaik yang memiliki dedikasi tinggi kepada jamiyah dan dunia pergerakan, Muhammad Romdlon hari ini, Jumat (9/10/2020) wafat. Innalillahi wainna ilaihi rajiun.

 

Dalam catatan Ahmad Khubby Ali R bahwa almarhum dikenal sebagai dosen gaul, supel, rendah hati dan ringan tangan. Hal itu dibuktikan dengan peduli akan kegiatan yang diselenggarakan kerabat, kolega, anak muda, termasuk hadir di acara pribadi. 

 

“Dia akan selalu mendatangi kondangan hingga ke luar kota dengan naik bus, kadang naik sepeda motor. Bukan hanya undangan dari teman atau koleganya, undangan mahasiswanya pun didatangi,” kata dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tersebut.

 

Dijelaskan Ahmad Khubby, bahwa Muhammad Romdlon adalah sosok aktivis. Dikenal sebagai senior yang selalu peduli untuk kepentingan kaderisasi dan umat, khususnya Nahdlatul Ulama dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Meskipun tercatat sebagai dosen di UINSA, tetapi tetap tinggal di Kota Malang.

 

“Dia pejuang garda depan Nahdlatul Ulama dan PMII Malang. Garis perjuangannya ngopeni madrasah, menghadiri pelatihan kader, bahkan diskusi kecil di trotoar,” kenang Gus Boby, sapaan akrabnya.

 

Totalitas Berkhidmah

Kisaran tahun 1975an, beberapa mahasiswa yang sudah menjadi anggota PMII mulai membentuk suatu komunitas berlandaskan Aswaja an-Nahdliyah. Komunitas yang mendeklarasikan diri secara non formal ini berdiri dilatar belakangi oleh kehausan akan tradisi dan ritual khas pesantren dan NU yang tidak ditemukan di Universitas Brawijaya.

 

Mulanya, aktivitas yang dilaksanakan oleh komunitas ini hanya berkutat dalam hal-hal yang bersifat ritual keagamaan seperti diba, tahlil dan istighotsah. Dan sekitaran awal 1980an, aktivitas yang dijalankan mulai merambah kajian filsafat, agama dan sosial. Komunitas inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya PMII Komisariat Brawijaya.

 

Sebelum PMII Komisariat Brawijaya berdiri, anggota PMII dari Universitas Brawijaya yang sudah mengikuti Masa Pengenalan Anggota Baru atau Mapaba secara keanggotaan dan struktural masuk pada kepengurusan pengurus cabang.

 

“Akhirnya, pada tahun 1987 dengan pemrakarsa sahabat Muhammad Romdlon lahirlah PMII Komisariat Brawijaya,” kata website resmi PMII UB.

 

Dengan dibantu beberapa sahabat lain, Muhammad Romdlon mendeklarasikan berdirinya PMII Komisariat Brawijaya. Dan kala itu dirinya didaulat menjadi ketua komisariat pertama PMII Komisariat Brawijaya. 

 

Di awal kelahiran, PMII setempat belum mampu melaksanakan kegiatan Mapaba sendiri. Calon anggota baru yang ingin bergabung kemudian dititipkan di komisariat lain untuk mengikuti Mapaba.

 

Pada masa itu juga muncul istilah sekretariat berjalan, hal ini dikarenakan masa awal PMII Komisariat Brawijaya berdiri tidak memiliki sekretariat tetap. Segala arsip dan dokumen ditata rapi dalam satu tas ransel yang dibawa oleh ketua komisariat.

 

“Kegiatan yang dilaksanakan pada masa itu lebih terfokus kepada penanaman nilai ke-PMII-am dan pelestarian paham Ahlussunnah wal Jama’ah,” terang situs dimaksud.

 

Secara formal, PMII Komisariat Brawijaya tidak pernah dibekukan oleh pengurus cabang. Namun, bukan berarti tidak pernah mengalami fluktuasi kaderisasi dan gerakan. Pasang surut kaderisasi dan gerakan tentunya tidak lepas dari proses perjalanan menuju kedewasaan.

 

Sekitar masa pra-reformasi, PMII Komisariat Brawijaya baru memiliki sejumlah rayon pada setiap fakultas yang ada. Pada masa itu kaderisasi digencarkan dan akhirnya membuahkan hasil yang cukup memuaskan.

 

Terkait kebaikan dan khidmah terbaik yang diberikan selama hidup, ada hal penting yang kerap diingatkan kepada sejumlah kader. "Kenanglah kebaikan-kebaikan orang lain, dan sembunyikan kebaikan diri sendiri."

 

Selamat jalan sahabat Muhammad Romdlon.


Editor:
F1 PWNU Jatim