Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

IPPNU Bisa Jadi Tameng Generasi Milenial dari Paham Radikal

IPPNU Bisa Jadi Tameng Generasi Milenial dari Paham Radikal
Koordinator Konseling Pelajar IPPNU Kabupaten Pamekasan, Rahmawati Eka Putri. (Foto: NOJ/SC)
Koordinator Konseling Pelajar IPPNU Kabupaten Pamekasan, Rahmawati Eka Putri. (Foto: NOJ/SC)

Pamekasan, NU Online Jatim

Aparat berwenang mengidentifikasi bahwa pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/03/2021), adalah dua orang pasangan suami-istri. Bahkan, si pelaku wanita disebut-sebut masih masuk kategori usia milenial. Miris!

 

Koordinator Lembaga Konseling Pelajar Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pamekasan, Madura, Rahmawati Eka Putri, mengaku sedih ada wanita generasi milenial terlibat dalam aksi kekerasan itu.

 

"Saya mendengar aksi bom bunuh diri kemaren di Makssar sangat menyayangkan sekali, miris sebab aksi bom bunuh diri itu jauh dari perilaku kemanusiaan," kata Icha, sapaan akrab Rahmawati Eka Putri, kepada NU Online Jatim, Selasa (30/03/2021).

 

Ketua Pimpinan Anak Cabang IPPNU Kecamatan Pamekasan itu mengaku bersyukur bisa bergabung dengan IPPNU. Ia berharap semua anggota IPNU maupun IPPNU juga bersyukur aktif di organisasi pelajarnya Nahdlatul Ulama itu, karena dengan begitu terhindar dari paham-paham keagamaan yang radikal-ekstrem.

 

"Makanya saya bersyukur sekali bisa masuk IPPNU, sebab di organisasi IPPNU ini kami diajari bagaimana terhindar dari gerakan radikal, baik melalui pengajian dari masyaikh maupun kajian khusus," ujar Icha.

 

Icha lantas memberikan tips atau cara agar kaum millenial terhindar dari gerakan radikal. Di antaranya memberikan aura positif dalam menjalankan hidup berbangsa dan bernegara.

 

"Tanamkan rasa kecintaan kepada NKRI, perkuat akidah, memperdalam pengetahuan agama secara kritis, tidak hanya sekedar ngaji dari Google. Gunakan Media sosial secara bijak, dan pastinya lakukan hal-hal yang positif serta bermanfaat kepada sekitar. Begitulah para masyaikh mengajarkan kami di IPPNU," papar Icha.

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan