Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

ISNU Jatim Minta PBNU Kembangkan Aswaja di Pemerintahan

ISNU Jatim Minta PBNU Kembangkan Aswaja di Pemerintahan
(Dari kiri) Kiai Mujib Syadili Wakil Sekretaris PWNU Jatim, Mas'ud Said Ketua ISNU Jawa Timur dan Ali Masykur Moesa Ketua Umum PP ISNU. (Foto: NOJ/Rofi'i Boenawie)
(Dari kiri) Kiai Mujib Syadili Wakil Sekretaris PWNU Jatim, Mas'ud Said Ketua ISNU Jawa Timur dan Ali Masykur Moesa Ketua Umum PP ISNU. (Foto: NOJ/Rofi'i Boenawie)

Surabaya, NU Online Jatim

M Mas'ud Said, Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur, mengusulkan kepada PBNU untuk menguatkan ajaran Ahulusunnah wal Jamaah di ranah publik dan pemerintahan pusat maupun daerah. Hal itu penting untuk memotong gerakan radikalisme-ekstrem yang mulai menelusup di lingkungan berbagai instansi pemerintah.  

 

Hal itu disampaikannya dalam forum rapat Komisi Program Kerja Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jakarta pada Sabtu (25/09/2021). Menurut Mas’ud, pengembangan ideologi di lingkungan pemerintahan bisa ditopang di antaranya dengan kodifikasi ajaran melalui penulisan buku Aswaja.

 

"Pada saat ini NU sudah memasuki abad kedua usianya. Aswaja yang mengajarkan Islam wasathiyah dan akhlak keberagamaan yang pas dalam konteks bernegara dan berpemerintahan sudah harus bisa menjadi bagian kurikulum pendidikan kenegaraan dan keagamaan  dengan memodernisasi lembaga-lembaga pendidikannya," kata Mas’ud.

 

Dewan Pakar PP ISNU itu juga menekankan pentingnya aplikasi mindset atau cara berpikir dan cara bertindak Aswaja bagi pengurus dan dan aktivis NU yang ada di ranah public, pemerintahan, di kalangan bisnis-korporasi, kampus-kampus, dan lainnya.

 

"Ke depan, PBNU bersama ulama dan cendikiawannya seharusnya bisa memimpin dan menguasai mainstream ideologi kenegaraan dan cara keberagamaan yang wasathiyah, membawa keramahan hubungan antarpemeluk agama yang kuat di kancah internasional, terutama pada saat dunia sudah hampir kehilangan keadilan karena ideologi hubungan antarnegaranya dan corak keagamaannya cenderung menimbulkan peperangan antarpemeluk agama," tandas Mas’ud.

 

Munas Alim Ulama dan Konbes NU yang berlangsung dua hari di Jakarta berlangsung khidmat, diikuti seluruh komponen strategis PBNU, jajaran pimpinan syuriyah, tanfidziyah, dan pimpinan banom dan Lembaga NU yang memutuskan rekomendasi penting untuk perjalanan organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia ini lima tahun ke depan. Di forum itu juga telah diputuskan bahwa pelaksanaan Muktamar ke-34 NU akan diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021.


Editor:
F1 Bank Jatim