Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

ISNU Jember Resmikan Kampung Aswaja di Pelosok Desa

ISNU Jember Resmikan Kampung Aswaja di Pelosok Desa
ISNU Jember saat meresmikan kamung Aswaja. (Foto: NU Online)
ISNU Jember saat meresmikan kamung Aswaja. (Foto: NU Online)

Jember, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jember Jawa Timur tak pernah 'kekeringan' ide untuk membumikan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Selain melalui pendekatan ilmiah seperti seminar, kali ini agak menukik dengan mendirikan Kampung Aswaja. Peluncuran Kampung Aswaja dilakukan di Desa Sumber Ketempa, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, Kamis (06/05/2021).

 

Intinya, program hasil kerja sama PC ISNU Kabupaten Jember dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) ISNU Kalisat  tersebut adalah  untuk membentuk aktivitas warga setempat kental dengan nuansa Aswaja.

 

“Kampung Aswaja adalah dusun di suatu desa yang penuh dengan suasana damai dan nuansa amaliah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah,” ujar Ketua PC ISNU Jember H Hobri Ali Wafa saat memberikan sambutan dalam peluncuran Kampung Aswaja tersebut, dikutip dari NU Online, Jumat (07/05/2021).

 

Dosen Universitas Jember itu menegaskan bahwa dipilihnya Desa Sumberketimpa, Kecamatan Kalisat, adalah untuk menghidupkan NU di Jember utara. Sebab selama ini, terkesan bahwa nuansa ke-NU-an lebih kental di Jember bagian selatan. Hal ini bisa dilihat dari maraknya kegiatan NU di wilayah tersebut.

 

“Untuk mengimbangi itu, kami pilih Kalisat, walaupun saya yakin bahwa NU di Jember utara juga kuat, sangat kuat karena di sini juga banyak kiai dan pondok pesantren,” terangnya.

 

Untuk pribumisasi Aswaja, lanjut Hobri, pihaknya sudah merancang sederet agenda di Kampung Aswaja. Di antaranya adalah penguatan akidah Aswaja, penguatan tradisi, seni dan budaya Aswaja, pemberdayaan ekonomi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan perempuan dan anak, dan memberikan advokasi masalah-masalah sosial dan kependudukan.

 

“Kalau penguatan akidah, tradisi, seni dan budaya Aswaja, konkretnya kami akan menyelenggarakan lomba shalawatan, lomba bacaan puji-pujian, dan sebagainya. Kami juga akan menghidupkan mushala dengan tradisi NU-nya, dan masih banyak lagi. Sehingga nuansa kampung ini nanti nuansanya Aswaja,” urai Hobri.

 

Ia menambahkan, sisi lain yang tak kalah pentingnya adalah pemberdayaan ekonomi warga dan pelayanan advokasi sosial. Bidang ini tak ada kaitannya dengan Aswaja, tapi jika tidak ada pelayanan yang baik, bisa mempengaruhi stabilitas ke-NU-an warga.

 

“Kita layani kebutuhan warga, misalnya punya masalah sosial atau bahkan hukum, kita beri pendampingan, kita berikan solusi. Jangan sampai mereka minta bantuan kepada orang lain, yang bisa jadi amaliahnya berlawanan dengan NU, itu bahaya,” ungkapnya.

 

Hobri juga membayangkan di Kampung Aswaja kelak benar-benar mencerminkan hidupnya budaya Aswaja. Pagi bekerja sesuai dengan profesinya masing-masing, di malam  hari kampung tidak sepi karena kegiatan Aswaja cukup ramai. Misalnya  ada yasinan, pembacaan  al-Barzanji, shalawatan, khataman Al-Qur'an, majelis manakib, ratib al-haddad, dan sebagainya. Sedangkan di hari-hari libur, ada kegiatan ekstra, misalnya khusus untuk para muda.

 

Selain itu, lingkungan juga terlihat asri karena kebersihan terjaga dan pekarangan dimanfaatkan dengan baik. Keamanan terjamin, tidak ada warga yang kemalingan dan pertikaian yang berujung kepada kekerasan.

 

“Ya Allah, itulah idaman Kampung Aswaja. Untuk itu, kita harus bekerja keras, dan terukur. Saya yakin bisa. Tentu saja kami harus menjalin kerja sama dengan banyak pihak, seperti pemerintahan desa, Kemenag, LAZISNU, pengusaha yang peduli, dan sebagainya. Kami juga terus membuka diri kepada pihak manapun yang se-visi dengan kami,” urainya.

 

Di tempat yang sama, Ketua PAC ISNU Kalisat, Badrus Shalihin menyatakan bahwa Kampung Aswaja adalah kampung impian, dan menjadi percontohan bagi desa-desa lain.

 

“Insyaallah kami siap menjalankan program-program Kampung Aswaja,” terang dosen IAIN Jember itu.

 

Peluncuran Kampung Aswaja tersebut, dihadiri antara lain oleh Ketua LAZISNU Jember, Ahmad Fathor Rosyid, Ketua PC Fatayat NU Jember, Rahmah Saidah, Ketua PC Muslimat NU Kalisat, Nyai Hj. Nurul Kamila Rasyidi, tokoh wanita Jember, Budayatin, perwakilan Kemenag Jember, Muhammad Muslim, dan jajaran PCNU Jember. Dalam acara itu juga dibagikan sembako untuk 300-an warga Sumberketimpa, Kalisat, Kabupaten Jember.

 

Editor: Nur Faishal


F1 Promosi Iklan