Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Jadwal Imsak di Perbatasan Sumenep-Pamekasan Disamakan

Jadwal Imsak di Perbatasan Sumenep-Pamekasan Disamakan
Musyawarah penyamaan jadwal imsak di perbatasan Sumenep-Pamekasan, Madura.
Musyawarah penyamaan jadwal imsak di perbatasan Sumenep-Pamekasan, Madura.

Sumenep, NU Online Jatim

Sebelum memasuki bulan Ramadlan, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pamekasan menggelar musyawarah penyeragaman jadwal imsakiyah bersama Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Pamekasan dan BHR Sumenep di Masjid Istikmal Dusun Gunung, Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Sabtu (3/4/2021).

 

Acara ini mempertemukan antara seluruh ketua takmir masjid di wilayah perbatasan Kabupaten Sumenep dan Pamekasan. Untuk wilayah Sumenep, yaitu masjid yang berada di Kecamatan Pragaan. Yaitu Masjid Istikmal Desa Kaduara Timur, Masjid Al-Falah Desa Kaduara Timur, Masjid Al-Hakam Desa Rombasan, Masjid Hamidur Rahman Desa Larangan Perreng, Masjid Ar-Ridlwan Desa Larangan Perreng, dan Masjid Al-Ikhlas Desa Sendang.

 

Sedangkan dari Pamekasan yaitu beberapa masjid dari Kecamatan Kadur. Di antaranya Masjid Nurud Dhalam Desa Kaduara Barat, Masjid Al-Mubarok Desa Kertagena Laok, Masjid Nurul Huda Desa Kertagena Laok, dan Masjid Miftahut Taufiq Desa Kertagena Laok.

 

Seluruh ketua mushalla serta pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan terlibat di dalamnya. Ketua MWCNU Pragaan KH Ahmad Junaidi Mu'arif menjelaskan, pertemuan itu sengaja digelar karena ada beberapa masjid atau mushalla yang lokasinya berdekatan tidak sewaktu dalam mengumandangkan masuknya waktu shalat.

 

"Dalam hal ini khusus adzan maghrib yang berkaitan dengan ibadah puasa Ramadian pada tahun lalu. Semoga dengan pertemuan ini, permasalahan tahun lalu tidak terulang lagi," kata Kiai Junaidi kepada NU Online Jatim, Ahad (04/04/2021).

 

Katib PRNU Kaduara Timur Kiai Durhan mengutarakan bahwa secara geografis wilayah teritorial Kabupaten Pamekasan bagian utara yang agak menjorok ke arah timur atau sebaliknya wilayah teritorial Kabupaten Sumenep yang lebih dekat ke pusat Kabupaten Pamekasan.

 

"Yang terjadi di lapangan, fanatisme sebagian takmir terhadap beberapa masjid yang dituakan dan jaraknya jauh di sebelah timur (lebih awal masuk waktu) sehingga menyalahi waktu shalat yang sebenarnya," ujar Kiai Durhan.

 

Dirinya berharap agar ada keterjalinan kerjasama di antara masjid atau mushalla perbatasan dalam menyamakan persepsi perihal acuan jadwal shalat yang akan digunakan di bulan Ramadlan.

 

"Agar tidak berlarut-larut, teknik penentuan jadwal shalat serta patokan jam yang digunakan untuk tiap-tiap masjid harus dipakai agar adzannya tidak berbenturan. Hal terpenting adalah sosialisasikan pada warga agar mengikuti adzan yang dikumangdangkan oleh masing-masing masjid yang berada di daerahnya," tandas alumni Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Selatan Guluk-Guluk.

 

Editor: Nur Faishal

Iklan promosi NU Online Jatim