Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Jaga Ulama dari Hoaks di Medsos, Ansor Jombang Luncurkan “Banser” Siber

Jaga Ulama dari Hoaks di Medsos, Ansor Jombang Luncurkan “Banser” Siber
H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang saat sambutan dalam webinar sekaligus peluncuran Lembaga Siber dan Digital Media, Selasa (16/ 09). Foto : NOJ/ Romza.
H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang saat sambutan dalam webinar sekaligus peluncuran Lembaga Siber dan Digital Media, Selasa (16/ 09). Foto : NOJ/ Romza.

Jombang, NU Online Jatim

Aktivitas di media sosial (medsos) tidak bisa dihindari lagi, serta tidak bisa dipandang sebelah mata. Berbagai fakta bisa didapatkan bahwa banyak fitnah serta hoaks bertebaran di medsos.

 

Bahkan yang menjadi korban hoaks di Medsos diantaranya adalah ulama Nahdlatul Ulama (NU). Seperti yang pernah dialami KH Mustofa Bisri (Gus Mus) beberapa waktu lalu. Selain itu, fitnah juga sering dialami Barisan Ansor Serba Guna (Banser). Hingga organisasi seperti NU juga tidak jarang menjadi bahan fitnah dan hoaks di dunia maya.

 

Untuk melawan hoaks serta fitnah di medsos, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Jombang meluncurkan ‘Lembaga Siber dan Digital Media’ saat webinar, Selasa (15/ 09) malam.

 

“Malam ini kami laporkan kepada Ketua PW GP Ansor Jatim, Gus Syafiq Syauqi bahwa malam ini akan kami launching, Ansor Jombang Siber dan Digital Media sesuai intruksi dari PW GP Ansor Jatim,” kata H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang saat sambutan dalam webinar tersebut.

 

Adapun peluncuran lembaga ini ditandai dengan pemutaran sekilas video tentang ‘Lembaga Siber dan Digital Media’. Sebagaimana Banser yang selalu siap siaga menjaga ulama di dunia nyata, lembaga siber ini juga akan selalu memantau keamanan ulama NU dari hoaks di medsos.

 

Lembaga ini berperan untuk melawan dan mengantisipasi serangan-serangan pihak tertentu yang mengancam akan runtuhnya persatuan antarbangsa, umat beragama, dan negara melalui dunia maya.

 

"Jangan hanya bertarung di dunia nyata, terjun ke dunia maya," ujar Gus Antok sapaan akrab H Zulfikar.

 

Ia menjelaskan, secara spesifik lembaga tersebut didirikan juga untuk melawan fitnah, adu domba, tebar kebencian, serta hoaks yang ditujukan kepada kader Ansor dan ulama NU secara umum.

 

Menurutnya, perkembangan radikalisme yang memanfaatkan teknologi informasi belakangan ini cukup kuat. Untuk menghadapi hal tersebut, PW GP Ansor selanjutnya menginstruksikan jajaran PC se-Jawa Timur untuk membentuk lembaga Cyber dan Digital Media.

 

Dalam pandangannya, di era medsos arus informasi begitu deras kerapkali mempengaruhi cara berpikir masyarakat, termasuk kecenderungan perilaku mencaci melalui dunia digital. Bahkan hal ini pun berlaku bagi Ansor-Banser tetapi juga ulama NU. 

 

Terkait perundungan Ansor dan Banser di medsos, Gus Antok mengatakan dirinya sudah terbiasa menjadi sasaran cacian warganet. Yang terpenting jangan sampai terbawa situasi, apalagi sampai melakukan langkah-langkah yang mencoreng nama baik Ansor-Banser dan NU.

 

"Kadang saya pantau, dalam seminggu kok tidak ada yang caci saya. Karena sudah kebal, bully tidak nambah dan mengurangi keadaan saya, tidak mempengaruhi saya seperti saat ini," ujarnya.

 

Dengan segala kritikan warganet, kata dia, Ansor tetap konsisten untuk selalu membawa pada kejayaan Islam. "Susunan pengurus boleh ganti tapi bagi Islam berasas 'ahlussunah wal jamaah', latar belakang historikal, sama prinsipnya, sama tujuan," pungkasnya.

 

Editor : Romza

Iklan promosi NU Online Jatim