Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Jangan Katakan dari Lamongan Bila Belum Menyantap Nasi Boran

Jangan Katakan dari Lamongan Bila Belum Menyantap Nasi Boran
Pembeli dapat memilih lauk dan ikan sesuai selera mengiringi nasi boran yang disantap. (Foto: NOJ/Titik NM)
Pembeli dapat memilih lauk dan ikan sesuai selera mengiringi nasi boran yang disantap. (Foto: NOJ/Titik NM)

Lamongan, NU Online Jatim

Kuliner khas Lamongan kini makin banyak pilihan. Kalau yang mengemuka dan jadi cirinya adalah soto ayam, tahu campur dan pecel lele, maka yang juga harus dicoba yakni nasi boran.

 

Nasi yang disajikan menggunakan daun pisang dan koran bekas yang berbentuk kerucut ini menjadi makanan wajib bagi siapa saja yang singgah di Lamongan. Jadi, jangan mengatakan pernah ke kawasan ini bila belum menyantap nasi boran, termasuk saat berbuka puasa.

 

Tidak salah kalau berbuka puasa dengan makanan ini karena aneka lauk pauk yang disajikan di nasi boran menambah kenikmatan. Ada urap-urap, gimbal empuk, pletuk, peyek, tahu tempe, ikan sili dan beberapa ikan lain yang kemudian dicampur bumbu merah nan khas. 

 

Gimbal empuk merupakan makanan berbentuk bulat terbuat dari tepung terigu dan bumbu lain yang gurih. Sedangkan pletuk merupakan kacang kedelai yang disangrai dan ditumbuk halus.

 

Untuk dapat menikmati menu ini, saat mudah. Karena hampir di sepanjang jalan kawasan Lamongan menyediakan makanan kebanggaan tersebut. Bagi yang belum pernah ke sana bisa merapat di halaman Plaza Lamongan dan di belakang gedung pemerintah daerah setempat, dan beberapa tempat lain.

 

Nasi boran mulai tersedia pada sore hari karena memang mantap disantap menjelang senja hingga memasuki malam. Apalagi sembari menyantap menu itu diiringi melihat keindahan suasana Kabupaten Lamongan yang masuk kawasan pantai utara.

 

Ibu Sulastri selaku salah satu penjual nasi boran menyampaikan tidak terlalu resah dengan banyaknya pedagang serupa. Karena dalam pandangannya, rezeki sudah ada takarannya dan tidak akan tertukar.

"Walau antarpedagang bersebalahan, tapi tidak ada persaingan," katanya kepada NU Online, Kamis (06/05/2021).

 

Untuk harga juga berlaku umum, rata-rata nasi boran harganya antara sepuluh hingga lima belas ribu setiap porsinya.

 

"Itu tergantung lauk yang diminati pembeli," pungkasnya.

 

Editor: Syaifullah

 

 

Bank Jatim (31/7)