Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Jelang Konferancab, Ansor di Pacitan Gelar Reorganisasi Serentak

Jelang Konferancab, Ansor di Pacitan Gelar Reorganisasi Serentak
Sejumlah PR GP Ansor di Kecamatan Pacitan mendapatkan SK kepengurusan baru. (Foto: NOJ/Risalatul Mu'awanah)
Sejumlah PR GP Ansor di Kecamatan Pacitan mendapatkan SK kepengurusan baru. (Foto: NOJ/Risalatul Mu'awanah)

Pacitan, NU Online Jatim

Regenerasi adalah hal yang tidak dapat dihindari di organisasi. Karena dari penyiapan kader, maka estafet perjuangan terus berlanjut dan berkesinambungan.

 

Hal itu sebagaimana dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kabupaten Pacitan yang menggelar reorganisasi Pimpinan Ranting (PR). Ini juga dalam rangka menyambut pergantian pemimpin di Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang dilaksanakan 9 Januari 2020 di Pondok Al Qolam Widoro.

 

Reorganisasi serentak PR Ansor sebagai struktur organisasi di tingkat desa tersebut digelar selama sebelas hari. Yakni dimulai Jumat hingga Senin (18-28/12/2020) dan diikuti 19 PR GP Ansor di Kecamatan Pacitan.

 

Reorganisasi kepemimpinan dilaksanakan guna mengaktifkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan lama untuk mendapat pengesahan baru dan membangun kader agar tetap solid.

 

“Motivasi reorganisasi serentak ini untuk menghidupkan SK kepengurusan lama dan mendapatkan SK baru, serta membangun kader agar tetap solid,” kata Anas Sugiato, Senin (29/12/2020).

 

Ketua PAC GP Ansor Pacitan tersebut juga menjelaskan bahwa dengan aktifnya SK kepengurusan dapat digunakan syarat untuk mendapatkan hak suara di Konferancab PAC Ansor Kecamatan Pacitan. 

 

“Selain itu juga dengan aktifnya SK kepengurusan bisa digunakan untuk mendapatkan hak suara di Konferancab PAC GP Ansor Kecamatan Kabupaten Pacitan mendatang,” ungkapnya.

 

Menghidupkan Organisasi

Tugas dan kewajiban pengurus baru dalam menjalankan roda kepemimpinan organisasi cukup banyak. Meskipun di masa pandemi semangat dan inovasi baru harus tetap terjaga.

 

“Untuk pengurus baru, masih banyak tugas dalam meneruskan kegiatan organisasi. Saya berharap tetap semangat dan selalu berinovasi,” tambahnya.

 

Mawan Hardiyanto sebagai salah satu mandataris PR Ansor berpesan, dengan tantangan yang berbeda-beda di setiap wilayah, kekompakan dalam memaksimalkan potensi pengurus baru untuk mengadakan kegiatan perlu dijaga. Hal itu agar keberadaan GP Ansor dapat dirasakan masyarakat.

 

Ketua PR mandataris Arjowinangun ini berpesan kepada anggota baru bahwa tantangan di setiap desa berbeda, salah satunya di kawasan ini yang masyarakatnya bukan dari kalangan agamis dan organisatoris. “Tentu dalam merekrut kader masih banyak hambatan,” jelasnya.

 

Akan tetapi, dari pengurus baru diharapkan bisa kompak dan memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk selalu bisa eksis dalam berkegiatan yang positif bersama warga sekitar. “Agar keberadaan Ansor bisa dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

 

Indra Hermawan menjelaskan bahwa GP Ansor harus digerakkan mulai dari jajaran bawah, dimana pengurus ranting bersentuhan langsung dengan masyarakat yang tipikalnya berbeda. Sosialisasi pengamalan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah di tingkat desa sangat tepat untuk dilakukan agar masyarakat tidak terdoktrin ajaran Islam radikal.

 

“Pengurus ranting bersentuhan langsung dengan masyarakat yang tipikal berbeda mulai dari yang agamis hingga awam,” kata PR mandataris Ansor Sambong tersebut.

 

Untuk kegiatan di desanya, Ansor lebih konsentrasi menjaga dan mengampanyekan amaliah NU. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak terkena gerakan intoleran. “Termasuk gerakan radikal yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

 

Penulis: Risalatul Mu’awanah

Editor: Syaifullah

Iklan promosi NU Online Jatim