Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Jelang Ramadlan, Makam Kasatkornas Pertama Diziarahi Banser Kediri

Jelang Ramadlan, Makam Kasatkornas Pertama Diziarahi Banser Kediri
Personel Banser Badas, Kabupaten Kediri, berziarah di makam Kasatkornas Banser pertama, Mbah Kayubi, di Kabupaten Ponorogo. (Foto: NOJ/ZM)
Personel Banser Badas, Kabupaten Kediri, berziarah di makam Kasatkornas Banser pertama, Mbah Kayubi, di Kabupaten Ponorogo. (Foto: NOJ/ZM)

Ponorogo, NU Online Jatim

Puluhan anggota Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Badas, Kabupaten Kediri, berziarah ke makam Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser, Mbah Kayubi, dan Adipati Ponorogo pertama, Bathoro Katong, di Kabupaten Ponorogo, Ahad (14/03/2021). Ziarah dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadlan.

 

Untuk diketahui, makam Mbah Kayubi berada di Tamanarum, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Sementara makam Bathoro Katong berlokasi di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan. Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser Ponorogo Muhibuddin alias Gus Muhib mengatakan, istri dari Mbah Kayubi sampai sekarang masih hidup, tinggal di utara Masjid Agung Ponorogo.

 

Ia menjelaskan, selain ziarah, kedatangan puluhan personel Banser Badas, Kabupaten Kediri, itu juga untuk merekatkan tali silaturrahim antara Banser Kediri dengan Banser Ponorogo. Selain itu, juga untuk mendoakan para leluhur Banser yang sudah meninggal dunia.

 

"Khususnya untuk Mbah Kayubi yang dulu pernah jadi Kasatkornas Banser," kata Gus Muhib.

 

"Rombongan (Banser Badas, Kabupaten Kediri) berjumlah 50 personel dengan seragam lengkap," tambah Gus Muhib.

 

Ia juga menyampaikan bahwa almarhum Mbah Kayubi sudah mulai dihaulkan sejak tahun 2020, dilaksanakan setiap tanggal 22 Desember.

 

Sementara itu, Kasatkoryon Banser Badas, Irwan mengucapkan terima kasih kepada Banser Satkoryon Ponorogo yang sudah mengawal perjalan rombongan ke Makam Mbah Kayubi.

 

"Perjuangan Mbah Kayubi harus diteladani dan dilanjutkan perjuangannya," ujar Irwan.

 

Editor: Nur Faishal

Iklan promosi NU Online Jatim