Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Jual Beli Garam, Wujud Kemandirian Ekonomi Muslimat Tulungagung

Jual Beli Garam, Wujud Kemandirian Ekonomi Muslimat Tulungagung
Usaha jual beli garam Muslimat Tulungagung. (Foto: NOJ/Puspita)
Usaha jual beli garam Muslimat Tulungagung. (Foto: NOJ/Puspita)

Tulungagung, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 tidak hanya melanda bidang kesehatan saja. Namun virus ini juga berdampak pada bidang ekonomi masyarakat. Di tengah ancaman krisis ekonomi saat pandemi ini, Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Tulungagung memulai usaha jual beli garam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga anggota.

 

"Usaha jual beli garam merupakan ikhtiar PC Muslimat NU Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan kemandirian organisasi dan kesejahteraan anggota," terang Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tulungagung, Hj. Miftahurrohmah.


Menurut Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Tulungagung, usaha jual beli garam ini sangat strategis. Karena setiap hari semua orang membutuhkan garam.

 

Hj. Durahtul Mahnunin sebagai penanggungjawab program usaha jual beli garam mengatakan tentang hasil survei tim internal PC Muslimat NU Kabupaten Tulungagung yang menyebutkan bahwa, setiap anggota membutuhkan rata-rata 750 gram garam setiap bulan. Ia melanjutkan bahwa usaha ini menggandeng pihak lain untuk memasok garam dan membantu proses distribusi.

 

"Untuk pengadaan garam, PC Muslimat NU Kabupaten Tulungagung bekerjasana dengan salah satu produsen garam dari Madura. Sedangkan untuk distribusi garam, dilaksanakan langsung oleh distributor yaitu pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC), pengurus Pimpinan Ranting (PR), hingga pengurus majelis taklim. Dan untuk konsumennya yaitu seluruh masyarakat, khususnya anggota Muslimat," jelas Hj. Durahtul Mahnunin.

 

Garam yang dijual merupakan garam beryodium dengan kualitas baik dan memiliki kandungan yodium yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Satu paket garam dengan berat 750 gram dijual sesuai harga pasar yaitu sebesar Rp. 6000,- dan bonus satu buah sendok makan dengan label PC Muslimat NU Kabupaten Tulungagung. Sampai saat ini (27/10/2020) garam yang sudah terjual sudah mencapai 50.000 paket.

 

Sistem pembayaran usaha jual beli garam ini terbilang unik, karena pembayaran dilakukan dengan sistem nyaur nggowo. Artinya, pembayaran bisa dilakukan dua minggu setelah garam diterima. Jadi tidak membebani distributor.

 

Hj. Durahtul Mahnunin menyebutkan bahwa usaha jual beli garam yang dijalankan oleh PC Muslimat NU Kabupaten Tulungagung ini merupakan usaha berbasis organisasi. Laba penjualan garam dibagi untuk organisasi, pengurus dan anggota yang ikut menangani usaha jual beli tersebut.

 

"Diharapkan laba dari usaha jual beli garam mampu membantu menambah kas organisasi baik di tingkat majelis taklim sampai tingkat cabang yang saat pandemi ini mengalami penurunan sumber anggaran dana untuk kegiatan, dan dengan adanya usaha ini mampu meningkatkan kesejahteraan pengurus maupun anggota yang ikut serta menangani jual beli garam, pungkasnya.

 

 

Editor : Risma Savhira

PWNU Jatim Harlah