Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Kader Ansor di Sumenep Diingatkan Pentingnya Silaturahim dan Berkumpul dengan Sejawat

Kader Ansor di Sumenep Diingatkan Pentingnya Silaturahim dan Berkumpul dengan Sejawat
Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Bluto saat acara di Desa Gilang, Selasa (29/ 09) malam. (Foto : NOJ/ Habiburrahman).
Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Bluto saat acara di Desa Gilang, Selasa (29/ 09) malam. (Foto : NOJ/ Habiburrahman).

Sumenep, NU Online Jatim

Kongkow dan bercerita banyak hal sudah menjadi kelaziman bagi Nahdliyin, utamanya di pedesaan. Lumrahnya hal itu dilakukan dengan teman sejawat. Bahkan, ada juga yang dilakukan bersama orang yang belum dikenal sekalipun.

 

Hal itu yang dilakukan oleh Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor desa Gilang, Bluto Sumenep, yang dipusatkan di kediaman Sahabat Rizky Hidayat, Dusun Polay, Desa Gilang, Kecamatan Bluto, Selasa (29/09) malam.

 

Dalam kesempatan itu, K. Mohammad Ali Wardi menyampaikan beberapa hal terkait hikmah atas perkumpulan yang dilakukan. Disebutkan bahwa perkumpulan merupakan sebuah media realisasi atas at-tabassam shadaqah atau senyum adalah shadaqoh. Sedang tersenyum adalah bagian dari hidup yang tenang dan bahagia.

 

"Tersenyum atau tertawa ini menjadi penting agar sirkulasi darah yang ada di dalam tubuh kita tidak beku. Jika sampai beku, maka yang akan terjadi adalah terkena penyakit stroke," jelasnya.

 

Mantan Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDSRA) Bluto ini juga menambahkan, bahwa kita akan merasakan hal yang sangat luar biasa dengan perkumpulan dan pertemanan semacam ini. Yakni, ketika diantara kita nanti mulai mengalami banyak fase dalam kehidupan.

 

"Sekilas hal ini rasanya tidak ada hikmahnya, akan tetapi hikmah dibalik hal tersebut akan kita sadari suatu saat nanti," ujarnya.

 

Ia pun mencontohkan, bahwa dapat dikatakan ilmu yang diserap di pondok pesantren dan bangku kuliah, sepertinya tidak tampak. Justru ilmu yang tampak diperoleh adalah ketika aktif di Ansor, Banser dan Pagar Nusa. Bahkan, juga di caffe dan jalanan, serta kehidupan malam lainnya.

 

"Dari hal tersebut, kita akan banyak mengetahui jenis-jenis dan kecenderungan manusia. Bahwa kesemuanya itu tidak semuanya harus selaras dengan keinginan kita," ungkapnya.

 

Terakhir, pria yang saat ini menjabat Wakil Ketua PAC GP Ansor Bluto ini menyebutkan suatu ibaroh, yakni duduknya seseorang dalam mengingat pejuang islam, lebih baik dari shalat sunnah seribu rakaat.

 

"Oleh karena itu, di tempat ini mari niatkan hati kita untuk nyambung dengan Kanjeng Nabi Muhammad SAW, melalui perantara muassis Nahdlatu Ulama," pungkasnya.

 

Sementara itu, Maulidi, Ketua PR GP Ansor Gilang menyebutkan, bahwa dalam perkumpulan ini dilakukan tawassul kepada muassis Nahdlatul Ulama dan pembacaan Shalawat Nariyah. Hal ini dilakukan agar perkumpulan tersebut lebih bermanfaat.

 

"Serta, agar yang kita lakukan ini membawa kebaikan dan tidak terkesan kongkow tidak jelas semata," ujarnya.

 

Maulidi juga menambahkan, bahwa dalam kesempatan itu juga dilakukan bershalawat ria serta menyanyikan mars dan lagu kebanggaan khas nahdliyin. Seperti mars Syubbanul Wathan, Mars Ansor, Mars Banser, dan lainnya.

 

"Hal itu perlu dilakukan agar semakin menambah pengetahuan dan kecintaan kader Ansor desa Gilang. Mengingat mayoritas merupakan kader baru," jelasnya.

 

Secara terpisah, Ketua PAC MDSRA Bluto, Ahmad Habiburrahman mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan oleh PR GP Ansor Gilang.   Karena dalam kondisi saat ini, para kader memang dituntut kreatif dan inovatif dalam menjalankan program-programnya, serta agar tidak stagnan.

 

"Semoga inovasi dan kreasi ini mendapat respon baik dari khalayak, utamanya pemuda-pemuda di desa Gilang," pungkasnya.

 

Editor : Romza

PWNU Jatim Harlah