Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka

Kader Kopri di Malang Diajak Jadi Perempuan yang Tidak Biasa

Kader Kopri di Malang Diajak Jadi Perempuan yang Tidak Biasa
Tangkapan layar suasana kegiatan virtual yang diadakan Kopri PMII RKCD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (19/01/2021). (Foto: NOJ/ Moch Miftahur Rizki).
Tangkapan layar suasana kegiatan virtual yang diadakan Kopri PMII RKCD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (19/01/2021). (Foto: NOJ/ Moch Miftahur Rizki).

Malang, NU Online Jatim

Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri (KOPRI) Rayon "Kawah" Chondrodimuko (RKCD) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Open House dengan tema 'Rekonstruksi Semangat Perempuan Menuju KOPRI yang Berkemajuan', Selasa (19/01/2021) secara virtual.

 

Open House kali ini dibuka dengan opening speech oleh M Saharul Adha Alfani, Ketua PMII RKCD dan Rinanda Aprilla Sari, Ketua KOPRI RKCD. Dalam kegiatan open house kali ini turut mengundang Uswatun Hasanah Dosen IAIN Tulungagung sebagai pemateri. Ia juga pernah menjadi Direktur KOPRI RKCD masa khidmat 2012/2013.

 

"Kegiatan ini kami rasa penting ya, karena kita terkadang merasakan bahwa laki-laki itu menganggap bahwa KOPRI ini hanya untuk perempuan saja. Padahal KOPRI itu bukan hanya wadah untuk perempuan saja, tetapi juga laki-laki pun mendapat wadah di sini. Karena di sini kita adalah gerakan yang responsif gender. Dimana gender itu tidak hanya isinya untuk kaum hawa saja akan tetapi juga untuk kaum adam," kata Rinanda sapaan akrab Ketua KOPRI RKCD.

 

Ia menyampaikan beberapa program dari KOPRI yang ada di RCKD. "Program kami ini utamanaya tidak adanya diskriminasi di segala hal. Oleh karena itu muncul adanya Sekolah Islam Gender (SIG). Kami juga tidak ingin nantinya ada kecelakaan berpikir di antara kader – kader KOPRI, karena tidak faham secara kaffah apa itu KOPRI," imbuh Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Agama Islam angkatan 2018 ini.

 

"Alhamdulilah dalam kegiatan ini dihadiri lebih dari 150 kader KOPRI tahun ini. Kami berharap  adanya sinergitas antara PMII dan KOPRI sendiri. Kemudian kinerja  KOPRI sendiri semakin membaik dan berkembang kedepan tentunya," pungkas Rinanda.

 

 

Uswatun dalam materinya menyampaikan bahwa rekonstruksi semangat perempuan sangatlah dibutuhkan. Baik untuk saat ini maupun di masa mendatang. “Karena Laki-laki untuk menjadi sukses hanya butuh satu usaha namun perempuan butuh dua kali lipatnya. Bersemangat, berjuang tanpa lelah, jadi perempuan yang luar biasa dan tidak hanya biasa-biasa saja," ungkapnya.

 

 Penulis: Moch Miftachur Rizki

Editor: Romza

PWNU Jatim Harlah