Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kaji Plagiasi, STAI Al-Azhar Gresik Tiru Pendiri NU

Kaji Plagiasi, STAI Al-Azhar Gresik Tiru Pendiri NU
Kajian plagiasi STAI Al Azhar Gresik. (Foto: NOJ/rb)
Kajian plagiasi STAI Al Azhar Gresik. (Foto: NOJ/rb)

Gresik, NU Online Jatim

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Menganti Gresik, respons hiruk piruk plagiasi di kalangan akademik. Isu plagiasi mencuat sangat tajam di awal tahun 2021. Sebagaimana surat kabar Tempo (1-7 Februari 2021) dengan judul besar 'Wajah Kusam Kampus' dikarenakan terdapat beberapa rektor di perguruan tinggi yang menjiplak karya ilmiah.

 

Untuk merespons isu itu, akademisi STAI Al-Azhar Menganti Gresik menggelar webinar dengan tema 'Mengupas tuntas Macam-macam Plagiarism'. Kegiatan tersebut berlangsung pada Ahad (21/02/2021).

 

Inilah yang melatar belakangi Kampus STAI Al-Azhar Menganti Gresik, untuk selalu memberikan edukasi kepada mahasiswa dan dosen di internal dan masyarakat luas, agar tidak teridentifikasi plagiasi.

 

Webinar ini mendapatkan apresiasi dari Ketua STAI Al-Azhar Menganti Gresik. Dalam sambutannya H Imam Bahrozi mengatakan sudah sepatutnya seluruh akademisi memperhatikan serta berhati-hati dalam menulis karya ilmiah. Karena karya ilmiah dan menulis menjadi salah satu warisan dari generasi salafunas sholih yang harus dijaga. 

 

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama para pendiri NU seperti KH M Hasyim Asy'ari meskipun sudah meninggal, tapi kita masih bisa menikmati karya-karyanya. Maka dari itu, mari para akademisi menguatkan kembali tradisi menulis dengan jujur agar tidak tesangkut Plagiarism,” kata Imam kepada peserta webinar. 

 

Muhammad Arif salah satu Dosen STAI Al-Azhar yang menjadi pemateri mengatakan ketidak jujuran dalam menulis menjadi kunci utama agar mahasiswa atau para dosen terhindar plagiasi.

 

“Di webinar ini kami memaparkan plagiarism, fabrication, falsification, eksploitation, injustice, intended careless dan duplication serta perbedaan antara plagiarism dan similarity. Dengan tujuan menjadi pondasi awal dalam melakukan tradisi menulis pada akademisi khususnya pada dosen dan mahasiswa yang berada pada naungan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

 

Editor: Rofi'i Boenawi

PWNU Jatim