Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kala Tiga Politisi Berbagi Pengalaman di Ajang Pesantren Politik

Kala Tiga Politisi Berbagi Pengalaman di Ajang Pesantren Politik
Abdullah Muhdi (kiri), Dewi Maria Ulfa dan Anwar Sadad pada 'Pesantren Politik' LKPT PW IPNU Jatim. (Foto: NOJ/Pan)
Abdullah Muhdi (kiri), Dewi Maria Ulfa dan Anwar Sadad pada 'Pesantren Politik' LKPT PW IPNU Jatim. (Foto: NOJ/Pan)

Lamongan,NU Online Jatim

Lembaga Komisariat Perguruan Tinggi (LKPT) Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menggelar ‘Pesantren Politik’. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Karangsawo, Paciran Lamongan mulai Jumat hingga Ahad (30/04-02/05/2021)

 

Yang cukup menyita perhatian adalah sesi talkshow dengan tiga narasumber yang merupakan alumni Pimpinan Wilayah (PW) IPNU dan IPPNU Jawa Timur, yakni Dewi Maria Ulfa selaku Wakil Bupati Kediri, H Anwar Sadad yang merupakan anggota DPRD Jatim dan Abdullah Muhidi selaku Sekretaris Garda Bangsa.

 

Choirul Mubtadiin selaku Ketua PW IPNU Jatim menyampaikan bahwa pada sesi talkshow ini fokus pembicaraan kepada new politik, new ekonomi, new comunity, dan new technology.

 

"Zaman saat ini gen milenial dan Z dalam habitatnya yang harus berintegrasi dengan dunia digital, begitupun dengan arah gerak organisasi,” katanya saat membuka sesi ini.

 

Dewi Maria Ulfah menyampaikan bahwa peran kader dulu dengan sekarang berbeda. Kalau dulu hanya bermodalkan ideologi, sedangkan sekarang sudah memanfaatkan teknologi.

 

"Kader saat ini lebih menekankan egosentris dan apatisme, Selan itu juga kader saat ini lebih menggunakan peran teknologi pada unsur individualis. Padahal itu merupakan potensi yang sangat bagus terutama untuk memainkan pola politik bagi kader muda NU,” katanya.

 

Ia juga menambahkan bahwa IPNU itu open minded yaitu menerima hal baru dan mencoba tidak harus meninggalkan hal lama.

 

“Oleh karena itu sangat mudah bagi kader IPNU untuk memberikan sentuhan digital politik, sehingga kalau tidak merebut kekuasaan, akan mengelola kekuasaan,” ungkapnya.

 

Anwar Sadad mengemukakan bahwa ada tiga tipikal politik. Yakni Unyil yang berarti suka main, dan tipical Pak Ogah yang berarti ceria dan cerdas dan sellau ingin dihormati dan tipical Pak Raden yang ingin dibeli dengan suara.

 

Abdullah Muhdi juga menambahkan bahwa politik merupakan passion bagi seseorang, Maksudnya adalah lebih mengarah seberapa minat seseorang dalam politik. Semakin cepat seseorang menemukan passion, maka semakin cepat mencapai karirnya.

 

Editor: Syaifullah

F1 Promosi Iklan