Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Keislaman Tokoh Khutbah Opini Nusiana Rehat Jujugan Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Imsakiyah

Kaldo Kokot, Kuliner Khas Madura Maknyus Disantap Usai Tarawih

Kaldo Kokot, Kuliner Khas Madura Maknyus Disantap Usai Tarawih
Kaldo kokot kuliner khas Sumenep, Madura. (Foto: NOJ/Istimewa)
Kaldo kokot kuliner khas Sumenep, Madura. (Foto: NOJ/Istimewa)

Sumenep, NU Online Jatim

Kuliner satu ini banyak ditemukan di Kabupaten Sumenep, Madura. Namanya kaldo kokot. Di hari-hari biasa, penjual kaldo kokot biasanya buka pada siang hari hingga malam. Saat Ramadlan, makanan berkuah itu lebih tepat dinikmati usai melaksanakan shalat Tarawih.

 

Kaldo kokot berbahan dasar kacang hijau dan bagian kaki sapi. Kacang hijau yang sudah direbus kemudian dimasukkan ke dalam air lalu dicampur dengan bumbu-bumbu tertentu lalu dimasak hingga mendidih. Adapun kokot atau bagian kaki sapi yang penuh dengan daging direbus secara terpisah hingga mendidih, juga dengan bumbu tertentu.

 

Kaldo dan kokot sapi disajikan dalam satu piring. Bagi penyuka pedas dan manis, bisa ditambah sambal dan kecap. Ada juga kaldo yang tanpa kokot. Biasanya ditambah perkedel atau korket yang terbuat dari adonan ketela pohon. Ada juga beberapa penjual mengganti perkedel dengan ketupat. Adapun daging disajikan dengan cara diiris-iris.

 

Dari segi penampilan, kaldu kokot mirip gulai maryam, kuliner yang banyak dijumpai di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel Surabaya. Rasanya juga hampir sama. Yang membedakan hanya kokot dan perkedelnya. Berbeda dengan kaldo kokot, gulai di kawasan makam Sunan Ampel Surabaya menggunakan roti Maryam.

 

Di beberapa warung di Sumenep, kaldo kokot dijual seharga Rp25 ribu - Rp35 ribu satu porsi. Jika tanpa kokot rata-rata seharga Rp10 ribu – Rp15 ribu satu porsi.

 

“Kalau di tempat saya ini satu porsi kaldo cuma sepuluh ribu, karena tidak ada kokotnya,” kata Sumarni, penjual kaldo di Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, kepada NU Online Jatim, Rabu (21/04/2021).

 

Editor: Nur Faishal

F1 Promosi Iklan