Kangen Baitullah dan Rasulullah, Bapak dan Anak dari Jambi Naik Motor ke Arab Saudi

Kangen Baitullah dan Rasulullah, Bapak dan Anak dari Jambi Naik Motor ke Arab Saudi
H Agus Maftuh Abegebriel menggendong Balda, putra Lilik di KBRI Riyadh, Arab Saudi. (Foto:NOJ/istimewa)
H Agus Maftuh Abegebriel menggendong Balda, putra Lilik di KBRI Riyadh, Arab Saudi. (Foto:NOJ/istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Ini mungkin kisah yang sulit dinalar. Betapa tidak, seorang bapak membawa anaknya yang masih berusia 4 tahun melakukan perjalanan darat dari Jambi menuju Arab Saudi.  Kisah singkatnya disampaikan H Agus Maftuh Abegebriel di akun Facebooknya, Sabtu (28/12).

 

“Dua hari yang lalu, saat KBRI Riyadh menyelenggarakan acara pisah sambut Atase Pertahanan dan kepulangan dua staf, KBRI kedatangan tamu istimewa, Bapak Lilik dan anaknya yang baru berusia 4 tahun, Balda namanya. Mereka berdua sampai di Riyadh setelah 8 bulan melakukan perjalanan darat dengan mengendarai sepeda motor,” kata duta besar Indonesia untuk Arab Saudi ini. 

 

Dijelaskan pula bahwa rute perjalanan ‘gila’ ini dimulai dari Jambi lalu Jakarta, Semarang, Surabaya hingga Banjarmasin. Lanjut ke Malayasia lewat Serawak dan lalu Kualalumpur langsung Thailand melewati Patani, Yala, Narathiwat ke Bangkok lantas menyeberang ke Myanmar dan masuk India.

 

Dari India masuk Pakistan lewat border Attari dan Wagah dilanjut ke Lahore dan Islamabad. 

 

“Setelah melewati Kawasan ‘danger zone’ di Quita dan Balochistan yang merupakan kawasan rawan teroris, anak muda nekat asal Solo dan tinggal di Jambi ini masuk ke Iran. Dari Iran baru masuk ke Uni Emirat Arab lewat pelabuhan Abbas,” jelas alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

 

Dari Emirat Arab masuk ke Arab Saudi dan sempat tertahan di border Saudi selama 7 jam karena proses sepeda motor yang harus lolos imigrasi.

 

Kepada Lilik, Agus Maftuh bertanya faktor apa yang mendorong melakukan perjalanan 8 bulan ribuan kilometer lintas negara dan melewati daerah berbahaya.

 

“Saya rindu baitullah dan Rasulullah. Tanggal 3 Ramadhan saya berangkat dari Jambi,” kata Agus menirukan jawaban Lilik.

 

Perjalanan ‘gila’ dan ‘ajib’ ini dia beri judul 'Ride for Mom’ atau perjalanan demi sang ibu. Karena selama 8 bulan perjalanan tersebut, Lilik sambil menulis buku tentang ibunya.

 

Dalam pandangan Agus Maftuh, yng membuat dirinya terenyuh adalah sosok Balda yang masih usia 4 tahun namun justru menjadi ‘energi dan power yang spesial’ bagi Lilik untuk selalu semangat melakukan perjalanan spektakuler ini.

 

Ketika status Facebook ini ditulis, Lilik dan Balda masih tidur nyenyak di Wisma Dubes karena kecapaian setelah malam tadi ikut bertemu para WNI dalam acara International Migrant Day.

 

“Rencana pagi ini, Lilik dan Balda akan meneruskan perjalanan dengan motornya menuju Madinah al-Munawwarah untuk melepas kerinduannya kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” pungkas Agus Maftuh.

 

Editor: Syaifullah

Iklan Medsos